{"id":14113,"date":"2024-02-12T10:18:46","date_gmt":"2024-02-12T03:18:46","guid":{"rendered":"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/?p=14113"},"modified":"2024-02-12T10:23:24","modified_gmt":"2024-02-12T03:23:24","slug":"pesona-tradisi-leluhur-menjelajahi-12-langkah-prosesi-pernikahan-adat-betawi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/pesona-tradisi-leluhur-menjelajahi-12-langkah-prosesi-pernikahan-adat-betawi-2024-02-12\/","title":{"rendered":"Pesona Tradisi Leluhur: Menjelajahi 12 Langkah Prosesi Pernikahan Adat Betawi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernikahan merupakan peristiwa sakral yang memadukan beragam tradisi dan kekayaan budaya. Begitu pula dengan pernikahan adat Betawi, yang memancarkan pesona keindahan serta menggambarkan kearifan lokal masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernikahan adat Betawi tidak hanya sekadar seremoni, melainkan upacara yang sarat makna, menggabungkan unsur-unsur keagamaan, kekeluargaan, dan kebersamaan. Dalam prosesi pernikahan adat Betawi, terdapat serangkaian ritual yang menandai perjalanan mulia sepasang pengantin menuju kehidupan baru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari awal hingga akhir, terdapat 12 prosesi yang menjadi pilar dalam pernikahan adat Betawi. Setiap tahapan memiliki makna mendalam dan menjelaskan keterikatan kuat antara tradisi dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi dalam masyarakat Betawi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kami akan memandu kamu melalui serangkaian prosesi pernikahan adat Betawi, memperkenalkan keunikan dan kedalaman makna di setiap tahapannya. Dengan memahami prosesi-prosesi ini, kita dapat mengapresiasi kearifan lokal dan keindahan tradisi yang dilestarikan dari generasi ke generasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, mari kita menelusuri keindahan dan kekayaan budaya dalam 12 prosesi pernikahan adat Betawi yang memesona.<\/span><\/p>\n<h2><b>1. Ngedelengin<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_14116\" aria-describedby=\"caption-attachment-14116\" style=\"width: 1080px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-14116\" src=\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/jeimabridal-2.jpg\" alt=\"prosesi pernikahan adat Betawi\" width=\"1080\" height=\"1350\" srcset=\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/jeimabridal-2.jpg 1080w, https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/jeimabridal-2-384x480.jpg 384w, https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/jeimabridal-2-819x1024.jpg 819w, https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/jeimabridal-2-768x960.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-14116\" class=\"wp-caption-text\">Foto via Jeima Bridal<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Langkah pertama dalam merayakan pernikahan sesuai adat Betawi adalah dengan melakukan proses yang disebut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ngedelengin.<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">Ngedelengin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah upaya mencari pasangan hidup yang dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk oleh calon suami itu sendiri.\u00c2\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah menemukan calon yang dianggap cocok, langkah selanjutnya adalah meminta bantuan kepada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mak Comblang<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk menghubungi pihak perempuan.<\/span> <i><span style=\"font-weight: 400;\">Mak Comblang<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> berperan sebagai perantara dan umumnya ditunjuk oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">encang<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (paman) dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">encing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (bibi) dari kedua keluarga. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mak Comblang<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> akan membahas banyak hal terkait proses pernikahan dalam tradisi Betawi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika pihak perempuan setuju, maka <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mak Comblang<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> akan memberikan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sembe<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">angpao <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sebagai tanda kesepakatan. Setelah itu, pihak perempuan akan menempelkan ikan bandeng di depan rumahnya sebagai isyarat bahwa ada seseorang yang berminat dengan anak gadis di keluarga tersebut.<\/span><\/p>\n<h2><b>2. Ngelamar<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_14114\" aria-describedby=\"caption-attachment-14114\" style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-14114\" src=\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/7aada67782138b7b3949302f8d6a36dd1d262677.webp\" alt=\"Ngelamar\" width=\"1000\" height=\"669\" srcset=\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/7aada67782138b7b3949302f8d6a36dd1d262677.webp 1000w, https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/7aada67782138b7b3949302f8d6a36dd1d262677-480x321.webp 480w, https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/7aada67782138b7b3949302f8d6a36dd1d262677-768x514.webp 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-14114\" class=\"wp-caption-text\">Foto: Imagenic<\/figcaption><\/figure>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ngelamar<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah bentuk resmi dari keluarga pria kepada pihak wanita, menandai niat untuk menjodohkan putra mereka dengan calon mempelai. Proses <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ngelamar<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> umumnya dilakukan oleh enam perwakilan keluarga, termasuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mak Comblang,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang membawa seserahan khas dari adat Betawi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam daftar barang-barang seserahan adat Betawi untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ngelamar,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> terdapat sirih embun yang dibentuk bulat berisi rempah-rempah, bunga tujuh rupa, dan tembakau. Selain itu, ada juga dua sisir pisang raja yang ujungnya tertutup dengan kertas warna-warni, roti tawar di atas nampan berhias, dan uang sebagai lambang penghormatan dalam bentuk baju atau kain.<\/span><\/p>\n<h2><b>3. Bawa Tande Putus<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_14115\" aria-describedby=\"caption-attachment-14115\" style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-14115\" src=\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/d049a7caabf52c4254ca8ce24f1bb98f474586c6.webp\" alt=\"bawa tande putus\" width=\"1000\" height=\"667\" srcset=\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/d049a7caabf52c4254ca8ce24f1bb98f474586c6.webp 1000w, https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/d049a7caabf52c4254ca8ce24f1bb98f474586c6-480x320.webp 480w, https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/d049a7caabf52c4254ca8ce24f1bb98f474586c6-768x512.webp 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-14115\" class=\"wp-caption-text\">Foto via <a href=\"https:\/\/weddingmarket.com\/artikel\/tahapan-pernikahan-adat-betawi-yang-unik\">WeddingMarket<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tande putus<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah sebuah ritual dalam tradisi pernikahan Betawi yang menandai keseriusan hubungan kedua calon mempelai. Biasanya, acara ini dilakukan seminggu setelah prosesi lamaran. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mak Comblang,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sebagai perwakilan dari keluarga mempelai pria, bertanggung jawab membawa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">tande putus<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sebagai lambang kesepakatan dari kedua belah pihak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai bagian dari simbolisme, pada saat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">tande putus<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> diberikan, termasuk di dalamnya cincin rotan, uang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pesalin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (uang seserahan), dan berbagai jenis kue. Jika rincian pernikahan belum dibicarakan saat lamaran, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mak Comblang<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> akan membahasnya dalam acara ini.\u00c2\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini termasuk penentuan tanggal, mas kawin, cincin nikah, dan aspek penting lainnya dari upacara pernikahan. Ketika pihak perempuan menyatakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;None kite minta mate bandeng seperangkat&#8221;<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, itu mengindikasikan permintaan mas kawin berupa seperangkat perhiasan emas dengan berlian.\u00c2\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, apabila disampaikan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;None kite minta mate kembung seperangkat&#8221;,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> artinya yang diminta sebagai mas kawin adalah seperangkat perhiasan emas dengan batu intan asli.<\/span><\/p>\n<h2><b>4. Masa Dipiare<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_14122\" aria-describedby=\"caption-attachment-14122\" style=\"width: 1080px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-14122\" src=\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Snapinsta.app_18011807_2091643264395587_2191132472916312064_n_1080.jpg\" alt=\"prewedding adat betawi\" width=\"1080\" height=\"720\" srcset=\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Snapinsta.app_18011807_2091643264395587_2191132472916312064_n_1080.jpg 1080w, https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Snapinsta.app_18011807_2091643264395587_2191132472916312064_n_1080-480x320.jpg 480w, https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Snapinsta.app_18011807_2091643264395587_2191132472916312064_n_1080-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Snapinsta.app_18011807_2091643264395587_2191132472916312064_n_1080-768x512.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-14122\" class=\"wp-caption-text\">Foto: instagram\/m_riyaldi<\/figcaption><\/figure>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Masa dipiare<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan salah satu bagian penting dalam prosesi pernikahan adat Betawi. Istilah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;dipiare&#8221;<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sendiri berasal dari bahasa Betawi yang berarti menyusuri atau menjelajah. Pada tahap ini, calon pengantin wanita akan melakukan serangkaian kunjungan ke rumah keluarga dan kerabat dari pria.\u00c2\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuan dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">masa dipiare<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah untuk memperkenalkan calon pengantin wanita kepada keluarga besar pria serta membangun keakraban antara kedua belah pihak. Selama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">masa dipiare,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> biasanya diselenggarakan acara-acara kecil yang sarat dengan tradisi Betawi. Calon pengantin wanita akan didampingi oleh keluarganya dalam kunjungan tersebut.\u00c2\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka akan membawa oleh-oleh berupa makanan atau barang-barang kecil sebagai tanda penghormatan kepada keluarga calon pengantin pria. Proses ini juga memberikan kesempatan bagi kedua belah pihak untuk saling mengenal, berinteraksi, serta mempererat hubungan baik sebelum pernikahan berlangsung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">masa dipiare<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> juga merupakan momen untuk meneguhkan kesepakatan serta persetujuan antara kedua keluarga terkait rencana pernikahan. Hal ini menunjukkan pentingnya persetujuan dan dukungan dari keluarga dalam budaya pernikahan Betawi.\u00c2\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Masa dipiare<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> memegang peran penting dalam membangun hubungan harmonis antara kedua belah pihak dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari prosesi pernikahan adat Betawi.<\/span><\/p>\n<h2><b>5. Siraman<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_11813\" aria-describedby=\"caption-attachment-11813\" style=\"width: 1080px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-11813\" src=\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/338940227_1219375058718116_3067938827254547277_n.jpg\" alt=\"tata cara siraman adat sunda\" width=\"1080\" height=\"1080\" srcset=\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/338940227_1219375058718116_3067938827254547277_n.jpg 1080w, https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/338940227_1219375058718116_3067938827254547277_n-480x480.jpg 480w, https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/338940227_1219375058718116_3067938827254547277_n-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/338940227_1219375058718116_3067938827254547277_n-300x300.jpg 300w, https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/338940227_1219375058718116_3067938827254547277_n-768x768.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-11813\" class=\"wp-caption-text\">Foto via Siraman Wirangga<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Upacara siraman dilakukan sebagai bagian dari persiapan jelang pernikahan untuk membersihkan dan menyucikan calon pengantin. Biasanya, siraman dilaksanakan pada malam sebelum hari pernikahan. Dalam upacara ini, kedua calon pengantin akan disiram dengan air hulu dari tujuh tempat bermakna simbolis yang dianggap suci, seperti sumur, sungai, atau mata air.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Proses siraman tidak hanya sekadar pembasuhan fisik, tetapi juga memiliki makna spiritual dan simbolis yang dalam. Air dianggap sarana untuk membersihkan diri dari segala dosa serta menjalani kehidupan baru sebagai pasangan yang suci dan bersih. Selain itu, siraman juga dianggap sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur serta upaya untuk mendapatkan restu dari mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada saat upacara siraman, prosesi dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan kesakralan. Biasanya, ada sesepuh atau orang dengan pengetahuan spiritual yang akan memimpin upacara ini. Mereka akan mengucapkan doa-doa serta memberikan nasihat dan harapan baik kepada kedua <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/vncojewellery\/\">calon pengantin<\/a>.\u00c2\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keluarga dan kerabat pun turut hadir sebagai bentuk dukungan serta kebahagiaan dalam momen sakral ini. Siraman dalam adat Betawi tidak hanya menjadi bagian dari ritual pernikahan semata, tetapi juga wadah bagi keluarga besar untuk saling mengikat hubungan, menyampaikan doa, serta mengenang nilai-nilai kearifan lokal yang telah turun-temurun.\u00c2\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Acara siraman calon pengantin wanita dimulai dengan langkah-langkah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Calon pengantin wanita mengenakan kain sarung serta kebaya tipis. Rambutnya diikat dalam gaya konde yang sederhana dan ditutupi oleh kerudung tipis untuk melindungi dari percikan air siraman.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum melakukan siraman, calon mempelai wanita memohon restu kepada kedua orang tuanya. Kemudian, dia diantarkan ke tempat siraman sambil diiringi oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">shalawatan badar.<\/span><\/i><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah itu, dia duduk di kursi yang telah disediakan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Proses siraman dimulai dengan tukang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">piare <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang memandikannya menggunakan air kembang setaman (memiliki tujuh macam rupa), sambil membacakan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> shalawat<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dzikir<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>6. Ngerik dan Potong Centung<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_14121\" aria-describedby=\"caption-attachment-14121\" style=\"width: 1080px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-14121\" src=\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/yannie_weddingorganize.jpg\" alt=\"pengantin wanita Betawi\" width=\"1080\" height=\"1350\" srcset=\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/yannie_weddingorganize.jpg 1080w, https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/yannie_weddingorganize-384x480.jpg 384w, https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/yannie_weddingorganize-819x1024.jpg 819w, https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/yannie_weddingorganize-768x960.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-14121\" class=\"wp-caption-text\">Foto via Yannie Wedding Organizer<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Proses ini melibatkan pembersihan bulu-bulu halus di sekitar area kening, pelipis, tengkuk, dan leher calon pengantin wanita. Bulu-bulu tersebut dibentuk menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">centung<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di sisi-sisi pipi dengan menggunakan uang logam sebagai penjepit, bertujuan untuk membawa berkah serta menjaga keselamatan pengantin.\u00c2\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk melengkapi prosesi ini, perlu dipersiapkan sehelai kain putih berukuran dua meter, rangkaian bunga setaman, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cawan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan air putih yang ditempatkan bersama satu bunga mawar atau jenis bunga lainnya sebagai tempat gunting, pedupaan, dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">setanggi\/gaharu.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00c2\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, alat cukur, dua keping uang logam untuk menandai batas <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">centung<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (yang merupakan lipatan sekali) dan sebagai tanda batas mencukur rambut, serta wadah sirih lengkap dengan isinya juga diperlukan.<\/span><\/p>\n<h2><b>7. Malam Pacar<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Upacara ini adalah bagian dari tradisi pernikahan adat Betawi yang melibatkan pewarnaan kuku tangan dan kaki mempelai menggunakan pacar. Proses pemakaian pacar dipimpin oleh seorang tukang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">piare<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan dimulai dari ibu calon mempelai wanita, dilanjutkan oleh para sesepuh, serta kerabat, dan sahabat dekat lainnya.\u00c2\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Calon mempelai wanita akan disiapkan dengan busana serta riasan khas <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">None,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang terdiri dari riasan tipis dan mengenakan busana kebaya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">encim.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Daun pacar, sebuah bakul berisi beras, bumbu dapur, pisang raja, garam, kapur dan bumbu sirih, kue basah khas Betawi, serta sebuah bantal yang dilapisi daun pisang berukir diperlukan untuk kelancaran prosesi ini. <\/span><\/p>\n<h2><b>8. Ngerudat<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_14117\" aria-describedby=\"caption-attachment-14117\" style=\"width: 1080px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-14117\" src=\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/jeimabridal-1.jpg\" alt=\"prosesi pernikahan betawi\" width=\"1080\" height=\"1350\" srcset=\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/jeimabridal-1.jpg 1080w, https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/jeimabridal-1-384x480.jpg 384w, https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/jeimabridal-1-819x1024.jpg 819w, https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/jeimabridal-1-768x960.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-14117\" class=\"wp-caption-text\">Foto via Jeima Bridal<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat memasuki tahap awal dari prosesi akad nikah, terjadi ritual yang disebut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ngerudat.<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">Ngerudat<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan saat di mana mempelai pria bersama rombongan keluarganya tiba di rumah pengantin perempuan dengan menggunakan delman hias.\u00c2\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kelompok mempelai pria membawa sejumlah barang, seperti sirih nanas yang dihias dan sebagai lamaran, sepasang roti buaya, <a href=\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/bagaimana-hukum-mas-kawin-dalam-islam-2024-01-10\/\">mas kawin<\/a>, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sie,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> miniatur masjid, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">jung,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> kue pengantin, berbagai jenis buah-buahan, serta perlengkapan lainnya. Kelompok rudat terdiri dari:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dua pria setengah baya mengenakan jas kain <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">serebet<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang bertugas sebagai juru bicara.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dua orang penjaga yang bertugas sebagai pengawal calon suami yang mengenakan pakaian <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pangsi.<\/span><\/i><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Calon suami yang mengenakan jas kain <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">serebet<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> diapit oleh pamannya dari pihak keluarga ayah dan ibu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rombongan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">rebana ketimpring<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ngarak.<\/span><\/i><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tiga pemuda yang mengenakan pakaian <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sadaria<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> membawa sirih nanas sebagai lamaran, mahar, dan sirih nanas hiasan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tiga pemuda membawa miniatur masjid, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">kekudang<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dan kue susun pengantin.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa pemuda membawa roti buaya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sie, pesalin, idam-idaman,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan perlengkapan lainnya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>9. Palang Pintu<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_14081\" aria-describedby=\"caption-attachment-14081\" style=\"width: 1080px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-14081\" src=\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/palang_pintu_seniman_bebas_-2.jpg\" alt=\"tradisi pernikahan Betawi\" width=\"1080\" height=\"720\" srcset=\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/palang_pintu_seniman_bebas_-2.jpg 1080w, https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/palang_pintu_seniman_bebas_-2-480x320.jpg 480w, https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/palang_pintu_seniman_bebas_-2-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/palang_pintu_seniman_bebas_-2-768x512.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-14081\" class=\"wp-caption-text\">Foto: Palang Pintu Seniman Bebas<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Palang pintu adalah suatu adat yang melibatkan pertukaran pantun dan pertunjukan silat sebelum mempelai pria diizinkan masuk ke rumah pengantin wanita. Awalnya, pihak keluarga mempelai pria menjelaskan tujuan kedatangan mereka yang dilanjutkan dengan permainan pantun dan doa.\u00c2\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya, keluarga dari pihak mempelai wanita akan menguji keberanian atau keterampilan calon pengantin pria dalam silat. Setelah tahapan ini, acara dilanjutkan dengan prosesi <\/span><a href=\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/pengertian-ijab-kabul-dan-tata-cara-melakukannya-2023-12-29\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ijab qabul,<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yakni pertukaran akad nikah.<\/span><\/p>\n<h2><b>10. Di Puade<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_14120\" aria-describedby=\"caption-attachment-14120\" style=\"width: 1080px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-14120\" src=\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/sistadecoration.jpg\" alt=\"prosesi adat pernikahan betawi dipuade \" width=\"1080\" height=\"632\" srcset=\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/sistadecoration.jpg 1080w, https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/sistadecoration-480x281.jpg 480w, https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/sistadecoration-1024x599.jpg 1024w, https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/sistadecoration-768x449.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-14120\" class=\"wp-caption-text\">Foto via Sista Decoration<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini adalah tahapan di mana pengantin duduk di atas <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">puade<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan diumumkan secara resmi sebagai pasangan suami istri. Pengantin pria memberikan sirih darah yang menyelipkan uang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sembe<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> kepada mempelai wanita sebagai simbol dari kasih sayang. Setelah itu, pengantin pria akan mengangkat cadar atau roban tipis yang menutupi wajah istrinya.\u00c2\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian, acara dilanjutkan dengan penghormatan dan cium tangan dari mempelai wanita kepada pengantin pria, serta keduanya melakukan sembah kepada kedua orang tua mereka. Pada tahap selanjutnya, orang tua memberikan suapan terakhir berupa nasi kuning kepada putra dan putri mereka sebagai tanda pamit terakhir sebelum memulai kehidupan baru bersama pasangannya.<\/span><\/p>\n<h2><b>11. Acare Negor<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah acara pernikahan pada malam hari, suami serta teman-temannya akan mengunjungi rumah istri. Meskipun telah melangsungkan akad nikah, pasangan baru tersebut tidak langsung tinggal bersama di satu tempat, tetapi mereka diizinkan untuk bermalam di rumah sang istri.<\/span><\/p>\n<h2><b>12. Pulang Tige Ari<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_14119\" aria-describedby=\"caption-attachment-14119\" style=\"width: 1080px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-14119\" src=\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Jafas-Wedding-Organizer-1.jpg\" alt=\"Pengantin adat Betawi\" width=\"1080\" height=\"1349\" srcset=\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Jafas-Wedding-Organizer-1.jpg 1080w, https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Jafas-Wedding-Organizer-1-384x480.jpg 384w, https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Jafas-Wedding-Organizer-1-820x1024.jpg 820w, https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Jafas-Wedding-Organizer-1-768x959.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-14119\" class=\"wp-caption-text\">Foto via Jafa&#8217;s Wedding Organizer<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah tiga hari menikah, pihak mempelai pria akan mengirimkan makanan kepada keluarga wanita sebagai ungkapan rasa syukur atas pernikahan. Setelah tahap ini, barulah mempelai pria diizinkan membawa istrinya untuk tinggal bersama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam prosesi pernikahan adat Betawi, terdapat beberapa elemen unik yang memiliki makna mendalam, seperti upacara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/memahami-filosofi-palang-pintu-dalam-pernikahan-adat-betawi-2024-02-08\/\">palang pintu<\/a>.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Upacara tersebut bertujuan untuk mempersiapkan si pria agar kelak menjadi pemimpin agama dan keluarga yang baik. Salah satu keunikan lainnya terletak pada fakta bahwa sehari setelah akad nikah, suami istri belum diizinkan untuk melakukan hubungan badan.\u00c2\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun demikian, ia tetap menjalankan kewajiban sebagai seorang istri. Untuk menghadapi situasi tersebut, sang suami akan meletakkan uang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">tegor<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di bawah taplak meja. Prosesi pernikahan adat Betawi tidak hanya mencerminkan kekayaan tradisi dan nilai-nilai budaya, tetapi juga menampilkan keunikan dan makna mendalam dalam setiap tahapannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melalui upacara-upacara yang sarat akan simbolisme, pernikahan adat Betawi menggambarkan kesucian, komitmen, serta harapan akan kebahagiaan dan keberkahan bagi pasangan pengantin. Dengan demikian, pernikahan adat Betawi tetap mempertahankan keaslian dan keunikan <a href=\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/11-prosesi-pernikahan-adat-padang-2024-02-07\/\">warisan budaya<\/a> yang patut dilestarikan dan diapresiasi.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernikahan merupakan peristiwa sakral yang memadukan beragam tradisi dan kekayaan budaya. Begitu pula dengan pernikahan adat Betawi, yang memancarkan pesona keindahan serta menggambarkan kearifan lokal masyarakat. Pernikahan adat Betawi tidak hanya sekadar seremoni, melainkan upacara yang sarat makna, menggabungkan unsur-unsur keagamaan, kekeluargaan, dan kebersamaan. Dalam prosesi pernikahan adat Betawi, terdapat serangkaian ritual yang menandai perjalanan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14123,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"default","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[69,117,227],"tags":[1888,1890,1986],"class_list":["post-14113","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum","category-wedding","category-wedding-vendor","tag-adat-betawi","tag-pengantin-adat-betawi","tag-pernikahan-adat-betawi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Menjelajahi 12 Langkah Prosesi Pernikahan Adat Betawi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Dari awal hingga akhir, terdapat 12 prosesi yang menjadi pilar dalam pernikahan adat Betawi. Setiap tahapan memiliki makna mendalam\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/pesona-tradisi-leluhur-menjelajahi-12-langkah-prosesi-pernikahan-adat-betawi-2024-02-12\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menjelajahi 12 Langkah Prosesi Pernikahan Adat Betawi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dari awal hingga akhir, terdapat 12 prosesi yang menjadi pilar dalam pernikahan adat Betawi. Setiap tahapan memiliki makna mendalam\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/pesona-tradisi-leluhur-menjelajahi-12-langkah-prosesi-pernikahan-adat-betawi-2024-02-12\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"V&amp;CO Jewellery News\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-02-12T03:18:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-02-12T03:23:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Snapinsta.app_361877211_18223527844225626_6468920599725534417_n_1080.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1350\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"vncoartikeladmin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"vncoartikeladmin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/pesona-tradisi-leluhur-menjelajahi-12-langkah-prosesi-pernikahan-adat-betawi-2024-02-12\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/pesona-tradisi-leluhur-menjelajahi-12-langkah-prosesi-pernikahan-adat-betawi-2024-02-12\/\"},\"author\":{\"name\":\"vncoartikeladmin\",\"@id\":\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/#\/schema\/person\/6e522328de7fbca39ea926fde2ee32c8\"},\"headline\":\"Pesona Tradisi Leluhur: Menjelajahi 12 Langkah Prosesi Pernikahan Adat Betawi\",\"datePublished\":\"2024-02-12T03:18:46+00:00\",\"dateModified\":\"2024-02-12T03:23:24+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/pesona-tradisi-leluhur-menjelajahi-12-langkah-prosesi-pernikahan-adat-betawi-2024-02-12\/\"},\"wordCount\":1806,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/pesona-tradisi-leluhur-menjelajahi-12-langkah-prosesi-pernikahan-adat-betawi-2024-02-12\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Snapinsta.app_361877211_18223527844225626_6468920599725534417_n_1080.jpg\",\"keywords\":[\"adat betawi\",\"pengantin adat betawi\",\"pernikahan adat betawi\"],\"articleSection\":[\"Umum\",\"Wedding\",\"Wedding Vendor\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/pesona-tradisi-leluhur-menjelajahi-12-langkah-prosesi-pernikahan-adat-betawi-2024-02-12\/\",\"url\":\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/pesona-tradisi-leluhur-menjelajahi-12-langkah-prosesi-pernikahan-adat-betawi-2024-02-12\/\",\"name\":\"Menjelajahi 12 Langkah Prosesi Pernikahan Adat Betawi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/pesona-tradisi-leluhur-menjelajahi-12-langkah-prosesi-pernikahan-adat-betawi-2024-02-12\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/pesona-tradisi-leluhur-menjelajahi-12-langkah-prosesi-pernikahan-adat-betawi-2024-02-12\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Snapinsta.app_361877211_18223527844225626_6468920599725534417_n_1080.jpg\",\"datePublished\":\"2024-02-12T03:18:46+00:00\",\"dateModified\":\"2024-02-12T03:23:24+00:00\",\"description\":\"Dari awal hingga akhir, terdapat 12 prosesi yang menjadi pilar dalam pernikahan adat Betawi. Setiap tahapan memiliki makna mendalam\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/pesona-tradisi-leluhur-menjelajahi-12-langkah-prosesi-pernikahan-adat-betawi-2024-02-12\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/pesona-tradisi-leluhur-menjelajahi-12-langkah-prosesi-pernikahan-adat-betawi-2024-02-12\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/pesona-tradisi-leluhur-menjelajahi-12-langkah-prosesi-pernikahan-adat-betawi-2024-02-12\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Snapinsta.app_361877211_18223527844225626_6468920599725534417_n_1080.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Snapinsta.app_361877211_18223527844225626_6468920599725534417_n_1080.jpg\",\"width\":1080,\"height\":1350,\"caption\":\"Foto via Mimpi Wedding\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/pesona-tradisi-leluhur-menjelajahi-12-langkah-prosesi-pernikahan-adat-betawi-2024-02-12\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pesona Tradisi Leluhur: Menjelajahi 12 Langkah Prosesi Pernikahan Adat Betawi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/#website\",\"url\":\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/\",\"name\":\"V&amp;CO Jewellery News\",\"description\":\"V&amp;CO Jewelery Toko Perhiasan dan Cincin Kawin\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/#organization\",\"name\":\"V&amp;CO Jewellery News\",\"url\":\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/cropped-cropped-logo-vnco.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/cropped-cropped-logo-vnco.png\",\"width\":206,\"height\":40,\"caption\":\"V&amp;CO Jewellery News\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/#\/schema\/person\/6e522328de7fbca39ea926fde2ee32c8\",\"name\":\"vncoartikeladmin\",\"sameAs\":[\"http:\/\/vncoartikel.local\"],\"url\":\"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/author\/vncoartikeladmin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Menjelajahi 12 Langkah Prosesi Pernikahan Adat Betawi","description":"Dari awal hingga akhir, terdapat 12 prosesi yang menjadi pilar dalam pernikahan adat Betawi. Setiap tahapan memiliki makna mendalam","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/pesona-tradisi-leluhur-menjelajahi-12-langkah-prosesi-pernikahan-adat-betawi-2024-02-12\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Menjelajahi 12 Langkah Prosesi Pernikahan Adat Betawi","og_description":"Dari awal hingga akhir, terdapat 12 prosesi yang menjadi pilar dalam pernikahan adat Betawi. Setiap tahapan memiliki makna mendalam","og_url":"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/pesona-tradisi-leluhur-menjelajahi-12-langkah-prosesi-pernikahan-adat-betawi-2024-02-12\/","og_site_name":"V&amp;CO Jewellery News","article_published_time":"2024-02-12T03:18:46+00:00","article_modified_time":"2024-02-12T03:23:24+00:00","og_image":[{"width":1080,"height":1350,"url":"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Snapinsta.app_361877211_18223527844225626_6468920599725534417_n_1080.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"vncoartikeladmin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"vncoartikeladmin","Estimasi waktu membaca":"9 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/pesona-tradisi-leluhur-menjelajahi-12-langkah-prosesi-pernikahan-adat-betawi-2024-02-12\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/pesona-tradisi-leluhur-menjelajahi-12-langkah-prosesi-pernikahan-adat-betawi-2024-02-12\/"},"author":{"name":"vncoartikeladmin","@id":"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/#\/schema\/person\/6e522328de7fbca39ea926fde2ee32c8"},"headline":"Pesona Tradisi Leluhur: Menjelajahi 12 Langkah Prosesi Pernikahan Adat Betawi","datePublished":"2024-02-12T03:18:46+00:00","dateModified":"2024-02-12T03:23:24+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/pesona-tradisi-leluhur-menjelajahi-12-langkah-prosesi-pernikahan-adat-betawi-2024-02-12\/"},"wordCount":1806,"publisher":{"@id":"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/pesona-tradisi-leluhur-menjelajahi-12-langkah-prosesi-pernikahan-adat-betawi-2024-02-12\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Snapinsta.app_361877211_18223527844225626_6468920599725534417_n_1080.jpg","keywords":["adat betawi","pengantin adat betawi","pernikahan adat betawi"],"articleSection":["Umum","Wedding","Wedding Vendor"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/pesona-tradisi-leluhur-menjelajahi-12-langkah-prosesi-pernikahan-adat-betawi-2024-02-12\/","url":"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/pesona-tradisi-leluhur-menjelajahi-12-langkah-prosesi-pernikahan-adat-betawi-2024-02-12\/","name":"Menjelajahi 12 Langkah Prosesi Pernikahan Adat Betawi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/pesona-tradisi-leluhur-menjelajahi-12-langkah-prosesi-pernikahan-adat-betawi-2024-02-12\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/pesona-tradisi-leluhur-menjelajahi-12-langkah-prosesi-pernikahan-adat-betawi-2024-02-12\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Snapinsta.app_361877211_18223527844225626_6468920599725534417_n_1080.jpg","datePublished":"2024-02-12T03:18:46+00:00","dateModified":"2024-02-12T03:23:24+00:00","description":"Dari awal hingga akhir, terdapat 12 prosesi yang menjadi pilar dalam pernikahan adat Betawi. Setiap tahapan memiliki makna mendalam","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/pesona-tradisi-leluhur-menjelajahi-12-langkah-prosesi-pernikahan-adat-betawi-2024-02-12\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/pesona-tradisi-leluhur-menjelajahi-12-langkah-prosesi-pernikahan-adat-betawi-2024-02-12\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/pesona-tradisi-leluhur-menjelajahi-12-langkah-prosesi-pernikahan-adat-betawi-2024-02-12\/#primaryimage","url":"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Snapinsta.app_361877211_18223527844225626_6468920599725534417_n_1080.jpg","contentUrl":"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/Snapinsta.app_361877211_18223527844225626_6468920599725534417_n_1080.jpg","width":1080,"height":1350,"caption":"Foto via Mimpi Wedding"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/pesona-tradisi-leluhur-menjelajahi-12-langkah-prosesi-pernikahan-adat-betawi-2024-02-12\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pesona Tradisi Leluhur: Menjelajahi 12 Langkah Prosesi Pernikahan Adat Betawi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/#website","url":"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/","name":"V&amp;CO Jewellery News","description":"V&amp;CO Jewelery Toko Perhiasan dan Cincin Kawin","publisher":{"@id":"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/#organization","name":"V&amp;CO Jewellery News","url":"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/cropped-cropped-logo-vnco.png","contentUrl":"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/cropped-cropped-logo-vnco.png","width":206,"height":40,"caption":"V&amp;CO Jewellery News"},"image":{"@id":"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/#\/schema\/person\/6e522328de7fbca39ea926fde2ee32c8","name":"vncoartikeladmin","sameAs":["http:\/\/vncoartikel.local"],"url":"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/author\/vncoartikeladmin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14113","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14113"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14113\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14126,"href":"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14113\/revisions\/14126"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14123"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14113"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14113"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vncojewellery.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14113"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}