Anting Berlian

Anting untuk Hijabers: Panduan Anti-Nyangkut dari Model hingga Cara Pakai

Memakai anting dengan hijab memang bisa membuat penampilan terlihat lebih manis. Namun, semuanya bisa berubah ketika ujung anting tiba-tiba tersangkut di kain. Saat hijab digeser, telinga ikut tertarik. Ketika hendak melepasnya, benang halus malah tersangkut pada cakar batu atau pengunci. Anting yang seharusnya menjadi pemanis penampilan pun bisa berubah menjadi sumber drama kecil.

Lalu, seperti apa anting untuk hijab yang nyaman? Umumnya, pilihan yang lebih praktis adalah anting dengan ukuran proporsional, tidak terlalu panjang, berprofil rendah, serta minim bagian tajam atau celah yang mudah menangkap serat kain. Selain model, kamu juga perlu mempertimbangkan lokasi pemakaian, bahan hijab, jenis pengunci, penggunaan peniti atau magnet, hingga cara melepasnya.

Jadi, jangan hanya melihat tampilan anting dari bagian depan. Sisi samping dan belakangnya justru sering menjadi bagian yang paling banyak bersentuhan dengan kain.

*Disclaimer: Panduan ini disusun berdasarkan simulasi pemakaian dan karakter umum desain anting. Hasil pemakaian dapat berbeda menurut desain produk, posisi tindik, tekstur kain, cara membentuk hijab, dan durasi penggunaan. 

Skenario Styling: Sesuaikan Anting dengan Cara Memakai Hijab

Setiap hijabers memiliki gaya pemakaian hijab yang berbeda. Karena itu, tidak ada satu model anting yang pasti cocok untuk semua orang. Anting kecil pun bisa terasa mengganggu jika terus bergesekan dengan kain. Sebaliknya, anting yang sedikit lebih panjang mungkin tetap nyaman jika memiliki ruang gerak yang cukup.

Supaya lebih mudah menentukan pilihan, kenali dulu bagaimana kamu biasanya memakai anting dengan hijab.

1. Anting dikenakan di balik hijab

Foto: Anting GWH110 V&Co Jewellery

Jika telinga tertutup sepenuhnya, anting mungkin tidak terlihat dari luar. Dalam kondisi seperti ini, kenyamanan tentu menjadi prioritas utama.

Kamu bisa memilih giwang atau anting stud berprofil rendah yang posisinya dekat dengan cuping. Sebaiknya, hindari desain dengan ornamen besar, rangka yang terlalu menonjol, atau ujung dekoratif yang mudah bergesekan dengan kain saat kepala bergerak.

Bagian pengunci juga tidak kalah penting. Jika batang anting terlalu panjang atau penguncinya cukup tebal, bagian tersebut bisa menekan kain dari dalam dan membuat permukaan hijab terlihat menonjol.

2. Anting terlihat di sisi hijab

Foto: V&Co Jewellery

Pada gaya hijab yang memperlihatkan cuping, anting menjadi bagian dari keseluruhan penampilan. Model stud, drop earring, atau anting pendek tetap bisa digunakan, asalkan area di sekitarnya tidak terlalu padat.

Usahakan ada sedikit ruang antara kain dan anting. Jika kain terus menyentuh bagian depan maupun pengunci, gerakan kecil saja bisa membuatnya tersangkut. Semakin panjang anting, semakin luas pula area yang berpotensi bersentuhan dengan kain.

Untuk aktivitas sehari-hari, pilih panjang anting yang tidak mencapai kerah, bahu, atau lipatan hijab. Anting yang terlalu panjang lebih mudah tertarik saat kamu menoleh atau membetulkan posisi kain.

3. Aksesori anting dipasang pada kain

Foto: Anting Zara GWH0089 – V&Co Jewellery

Tidak semua aksesori yang terlihat seperti anting dipasang melalui tindikan. Beberapa model justru ditempelkan langsung pada hijab menggunakan peniti, klip, atau magnet.

Kalau memilih model seperti ini, sesuaikan bobot aksesori dengan bahan hijab. Hiasan yang terlalu berat bisa menarik kain, mengubah bentuk lipatan, atau membuat salah satu sisi hijab turun. Pastikan bagian belakang peniti tertutup dengan baik dan magnet tidak menjepit kain terlalu kuat.

4. Anting untuk acara formal

Foto: Anting DE325 – V&Co Jewellery

Untuk acara khusus, anting berornamen atau menjuntai memang bisa memberikan aksen yang menarik. Meski begitu, sebaiknya lakukan uji coba bersama hijab dan busana yang benar-benar akan kamu kenakan.

Coba duduk, menoleh, berjalan, dan menunduk. Perhatikan apakah ujung anting menyentuh kain, kerah, atau detail payet pada pakaian. Sebab, penampilan yang terlihat cantik saat berdiri diam belum tentu tetap nyaman setelah digunakan bergerak selama beberapa jam.

Kenali Titik Snag atau Bagian yang Mudah Tersangkut

Dari depan, anting mungkin terlihat halus dan rapi. Namun, celah kecil atau ujung tertentu bisa saja menangkap serat kain. Karena itu, periksa seluruh bagian anting sebelum memakainya.

Agar lebih praktis, gunakan daftar snag checklist berikut:

  • Apakah ujung cakar penahan batu terasa kasar?
  • Apakah ada sudut dekoratif yang terlalu tajam?
  • Apakah terdapat celah antara batu dan rangka?
  • Apakah batang anting terlalu panjang?
  • Apakah ujung pengunci menonjol atau terasa kasar?
  • Apakah ornamen gantung mudah melilit?
  • Apakah anting bersentuhan langsung dengan lipatan hijab?
  • Apakah peniti berada terlalu dekat dengan anting?
  • Apakah magnet menjepit kain terlalu kuat?
  • Apakah kain tertarik ketika kepala menoleh?
  • Apakah anting tersangkut saat hijab digeser?
  • Apakah ada serat kain yang tertinggal pada rangka setelah dicoba?

Jika kain sudah terlanjur tersangkut, jangan langsung menariknya. Hentikan gerakan, lalu cari titik kait dengan bantuan cermin. Tahan posisi anting dan lepaskan serat sedikit demi sedikit. Menarik anting dan kain ke arah berlawanan justru bisa merusak hijab sekaligus membuat cuping terasa sakit.

Uji kain pada voal, satin, dan jersey

Ilustrasi Foto: AI Pinterest

Sebelum memakai anting seharian, ada baiknya kamu melakukan uji sederhana pada bahan hijab yang paling sering digunakan. Uji ini bukan untuk menentukan kualitas kain atau anting, melainkan untuk menemukan bagian yang berpotensi menimbulkan gesekan.

Voal

Voal umumnya ringan dengan tekstur yang cukup berstruktur. Dekatkan bagian depan, samping, dan belakang anting ke area kecil kain, lalu gerakkan secara perlahan. Perhatikan apakah ujung rangka atau cakar batu menangkap serat. Hasilnya bisa berbeda pada setiap jenis voal karena kerapatan tenun dan teksturnya tidak selalu sama.

Satin

Satin memiliki permukaan yang licin dan mengilap. Pada beberapa jenis satin, tarikan benang kecil dapat terlihat cukup jelas. Gerakkan kain melewati anting dari beberapa arah, terutama jika anting memiliki batu atau rangka yang menonjol. Hindari menggosoknya berulang kali. Uji ini hanya bertujuan menemukan bagian yang kasar, bukan menguji ketahanan kain secara ekstrem.

Jersey

Bahan jersey biasanya lebih elastis dan mengikuti bentuk kepala. Karena lentur, kain dapat masuk ke celah kecil pada desain anting ketika tertarik.Regangkan kain secukupnya, seperti saat digunakan secara normal. Setelah itu, perhatikan apakah kain melilit ornamen atau masuk ke celah antara anting dan cuping.

*Batasan uji: Hasil dapat berbeda menurut kerapatan tenunan, elastisitas, lapisan hijab, kondisi anting, tekanan tangan, dan cara pemakaian. Lakukan pengujian pada bagian kain yang tidak mencolok dan hentikan jika serat mulai tertarik.

Pilih Profil Setting dan Panjang Anting yang Tepat

Ilustrasi Foto: AI Pinterest

Profil setting menunjukkan seberapa jauh batu dan rangka menonjol dari permukaan telinga. Semakin tinggi profilnya, semakin besar kemungkinan anting bersentuhan dengan kain.

Untuk pemakaian di balik hijab atau aktivitas sehari-hari, kamu bisa mempertimbangkan:

  • anting stud yang menempel dekat cuping;
  • rangka dengan tepian halus;
  • batu berukuran proporsional;
  • jumlah cakar penahan yang tidak berlebihan;
  • desain tanpa rantai atau ornamen panjang;
  • bagian belakang yang tidak terlalu tebal;
  • panjang anting yang tidak mencapai lipatan hijab atau kerah.

Namun, perlu diingat bahwa profil rendah tidak otomatis membuat anting bebas tersangkut. Detail rangka dan hasil pengerjaan tetap perlu diperiksa. Rabalah tepinya secara perlahan menggunakan ujung jari—tanpa menekan batu—untuk menemukan bagian yang terasa tajam atau kasar.

Koleksi anting stud V&Co Jewellery dapat menjadi salah satu pilihan awal karena bentuknya relatif ringkas dan mudah dipadukan. Sebelum menentukan pilihan, tanyakan ukuran, bobot, tinggi rangka, dan jenis pengunci setiap produk kepada staf.

Pilih Pengunci yang Aman dan Nyaman

Pengunci berada di belakang cuping dan sering bersentuhan langsung dengan kain. Jenis pengunci yang aman belum tentu terasa nyaman bagi semua orang karena bentuk telinga, posisi tindik, dan cara memakai hijab bisa berbeda.

Push back

Pengunci ini dipasang dengan cara didorong ke batang anting. Penggunaannya praktis, tetapi jangan memasangnya terlalu rapat hingga menekan cuping. Setelah terpasang, periksa apakah ujung batang masih terlalu menonjol. Batang yang panjang bisa bersentuhan dengan kain atau terasa mengganjal saat hijab dikenakan.

Screw back

Jenis ini menggunakan mekanisme ulir sehingga dapat dipasang secara bertahap. Meskipun terasa lebih terkunci, bentuk dan ketebalan bagian belakangnya bisa berbeda pada setiap produk. Coba kenakan bersama hijab untuk memastikan pengunci tidak menekan kulit atau menciptakan tonjolan yang mengganggu.

Pengunci berlapis silikon

Lapisan silikon menawarkan permukaan kontak yang berbeda dari pengunci logam biasa. Namun, kenyamanannya tetap bergantung pada ukuran, kebersihan, dan kecocokannya dengan batang anting.

Apa pun jenis penguncinya, bersihkan anting secara rutin sesuai petunjuk perawatan. Hentikan pemakaian jika muncul gatal, kemerahan, nyeri, atau tanda iritasi.

Peniti dan magnet pada hijab

Jika menggunakan aksesori yang dipasang pada kain, periksa apakah peniti meninggalkan lubang atau menarik serat. Pastikan ujung peniti terkunci dan tidak mengarah ke kulit.

Untuk aksesori magnet, gunakan tekanan secukupnya agar kain tidak meninggalkan bekas atau terasa terlalu berat. Jauhkan magnet berukuran kecil dari anak-anak. Jika menggunakan perangkat medis tertentu, sebaiknya minta panduan dari tenaga kesehatan atau produsen perangkat sebelum mengenakan aksesori magnet.

Cara Memakai dan Melepas Anting dengan Hijab

Ilustrasi Foto: AI Pinterest

Selain memilih model yang tepat, urutan pemakaian juga dapat membantu mengurangi gesekan antara anting, kain, dan aksesori lainnya.

Cara memakai

  1. Pastikan tangan dan anting dalam kondisi bersih.
  2. Kenakan anting sebelum membentuk hijab di sekitar telinga.
  3. Pasang pengunci secukupnya dan jangan terlalu rapat ke cuping.
  4. Kenakan dalaman hijab secara perlahan.
  5. Atur kain tanpa menarik atau menekan anting.
  6. Pasang peniti atau magnet dengan jarak yang cukup dari anting.
  7. Coba menoleh, menunduk, dan menggerakkan kepala.
  8. Lakukan snag check terakhir pada bagian depan dan belakang anting.

Cara melepas

  1. Lepaskan aksesori kepala terlebih dahulu.
  2. Buka peniti atau magnet yang berada di dekat telinga.
  3. Longgarkan hijab di sekitar anting.
  4. Pastikan tidak ada serat yang terkait pada rangka atau pengunci.
  5. Pegang bagian depan anting agar posisinya stabil.
  6. Lepaskan pengunci secara perlahan.
  7. Simpan anting sebelum melepas hijab seluruhnya.

Jika muncul nyeri, bengkak, kemerahan, atau iritasi, segera hentikan pemakaian. Panduan ini tidak menggantikan pemeriksaan tenaga kesehatan, terutama jika keluhan menetap atau area tindik menunjukkan tanda infeksi.

Pada akhirnya, anting yang cocok untuk hijab bukan hanya anting yang terlihat cantik saat difoto. Pilihan yang tepat juga seharusnya membuatmu bebas bergerak dan menjalani aktivitas tanpa terus mengkhawatirkan kain yang tersangkut.

Pilih anting profil rendah dari koleksi V&Co Jewellery dan lakukan snag check pada bahan hijab yang paling sering kamu gunakan. Sebab, kilau yang paling berkesan adalah kilau yang membuatmu merasa cantik sekaligus nyaman menjadi diri sendiri.

vncoartikeladmin

Recent Posts

Butuh Uang atau Mau Upgrade? Ini Bedanya Buy Back dan Tukar Tambah Perhiasan

Ada saatnya kamu membuka kotak perhiasan dan menemukan cincin, kalung, atau gelang yang sudah lama…

1 hari ago

Panduan Memilih Cincin Perak Simpel Berkarakter untuk Tema Elegan 2026

Memasuki tahun 2026, kita menyaksikan sebuah evolusi yang sangat menawan dalam cara pasangan muda merayakan…

3 bulan ago

Makna Cincin Nikah dalam Islam: Wajib atau Sekadar Tradisi?

Kalau mendengar kata "nikah", salah satu hal yang langsung terbayang biasanya adalah cincin. Benda melingkar…

3 bulan ago

Panduan Lengkap Cara Memilih Cincin Berlian Pertama Tanpa Takut Salah Pilih

Membeli cincin berlian pertama adalah sebuah milestone atau momen penting dalam hidup yang sangat istimewa.…

3 bulan ago

Apa Arti dari Bridal Shower? Kupas Tuntas Sejarah, Etika, dan Fenomenanya di Indonesia

Apa arti dari bridal shower? Jika kamu aktif berselancar di media sosial, khususnya Instagram atau…

3 bulan ago

Bukan Sekedar Kotak! Memilih Tempat Cincin Tunangan yang Mewakili Kisah Kamu

Memilih tempat cincin tunangan kini menjadi sebuah proses yang (hampir) sama pentingnya dengan memilih cincinnya…

3 bulan ago