Foto: V&Co Jewellery
Ketika berbicara tentang cincin tunangan paling ikonik di dunia, hanya sedikit yang mampu menyaingi pesona blue sapphire ring milik Putri Diana. Perpaduan antara batu safir biru berkilau dan kilau berlian di sekelilingnya menjadikannya bukan sekadar cincin—tetapi karya seni yang sarat makna, sejarah, dan romantisme kerajaan Inggris.
Kini, gaya klasik tersebut kembali menjadi tren dan banyak calon pengantin mencari cincin dengan sentuhan elegan serupa. Jika kamu termasuk di antaranya, mari mengenal lebih dalam keanggunan cincin legendaris ini dan alasan mengapa desainnya tetap relevan hingga hari ini.
Pada tahun 1981, sebuah momen kecil di Istana Buckingham tanpa disadari mengubah selera perhiasan dunia. Saat itu, Pangeran Charles melamar Lady Diana Spencer dengan sebuah cincin yang segera mencuri perhatian publik: safir biru Ceylon berbentuk oval, besar dan memukau, dikelilingi oleh empat belas butir berlian yang berkilau terang. Batu-batu tersebut ditata rapi di atas white gold 18K, menghasilkan komposisi yang begitu harmonis antara kemewahan dan kelembutan warna biru yang dalam.
Namun, yang membuat cincin tunangan itu benar-benar berbeda bukan hanya desainnya, melainkan kisah di balik pemilihannya. Tidak seperti perhiasan kerajaan lainnya yang biasanya dibuat khusus oleh pengrajin terbaik Inggris, cincin Putri Diana justru berasal dari katalog resmi sebuah butik perhiasan aristokrat. Putri Diana memilihnya sendiri—bukan karena tradisi, bukan karena protokol, tetapi karena ia merasakan ketertarikan pribadi pada keindahan safir tersebut. Keputusan sederhana itu dianggap mengejutkan pada masanya, tetapi justru memperlihatkan sisi Diana yang apa adanya: elegan tanpa jarak, hangat tanpa kepura-puraan.
Selain itu, desain cincin ini diyakini terinspirasi dari bros safir yang dimiliki Ratu Victoria pada abad ke-19. Bros tersebut menjadi salah satu perhiasan paling bersejarah dalam koleksi kerajaan Inggris, sebuah simbol status dan keturunan. Maka tidak mengherankan jika cincin Diana juga membawa aura klasik yang sama—membentuk jembatan antara tradisi kerajaan yang panjang dan gaya personal seorang perempuan muda yang kelak menjadi ikon modern.
Sejak saat itu, cincin safir biru ala Diana bukan lagi sekadar cincin tunangan. Ia menjadi simbol, legenda, dan standar baru dalam dunia perhiasan—sesuatu yang menggabungkan sejarah, cinta, keberanian memilih sendiri, dan pesona kerajaan dalam satu lingkaran sempurna.
Safir biru bukan sekadar batu permata berwarna indah. Warna biru mendalamnya seperti membawa cerita yang lebih besar—tentang kepercayaan, ketulusan, dan keanggunan yang tidak memudar oleh waktu. Inilah alasan mengapa safir biru selalu menjadi pilihan istimewa untuk cincin tunangan, termasuk cincin ikonik Putri Diana.
Bagi banyak budaya, safir biru dianggap sebagai simbol cinta yang tulus dan langgeng. Warna birunya yang stabil dan menenangkan mencerminkan hubungan yang kuat dan penuh kepercayaan. Karena itu, memilih safir biru sebagai batu utama dalam cincin tunangan seolah menjadi pesan bahwa hubungan tersebut dibangun dengan ketulusan dan komitmen jangka panjang.
Sejak ratusan tahun lalu, batu safir dikenal sebagai permata yang membawa kejernihan pikiran dan energi positif. Para bangsawan Eropa sering mengenakannya sebagai perlindungan dari hal-hal buruk, sekaligus sebagai lambang kebijaksanaan. Hingga kini, banyak yang percaya bahwa safir biru membantu pemakainya merasa lebih tenang, stabil, dan percaya diri dalam mengambil keputusan penting—termasuk ketika melangkah masuk ke kehidupan pernikahan.
Berbeda dari batu berwarna lain yang cenderung mengikuti tren, safir biru memiliki keanggunan abadi. Kilau birunya memberikan kesan mewah yang halus, tidak mencolok, tetapi tetap memikat. Inilah yang membuatnya sangat cocok untuk pengantin yang ingin tampil elegan tanpa harus berlebihan.
Di jari siapa pun, safir biru selalu memberikan sentuhan royal elegance—mewah, klasik, dan berkarisma.
Dengan seluruh makna yang dibawanya, tak heran jika cincin safir biru milik Putri Diana menjadi ikon dunia. Desainnya bukan hanya indah secara visual, tetapi juga sarat simbol yang mendalam. Cincin tersebut kini menjadi acuan utama bagi calon pengantin yang ingin menghadirkan perpaduan antara cinta, makna, dan keanggunan klasik dalam satu cincin.
Cincin safir yang pernah menghiasi tangan Putri Diana bukan hanya simbol cinta di masanya, tetapi juga kenangan yang terus hidup dalam keluarga kerajaan Inggris. Setelah Putri Diana wafat, cincin tersebut diwariskan kepada kedua putranya, Pangeran William dan Pangeran Harry, sebagai bagian dari memorabilia yang paling berharga.
Namun, kisah cincin itu kembali menghangatkan hati dunia pada tahun 2010—ketika Pangeran William akhirnya memilih cincin tersebut untuk melamar kekasihnya, Kate Middleton. Momen itu menjadi simbol bahwa cinta dan kenangan akan Diana tetap hadir dalam langkah-langkah besar kehidupan anak-anaknya.
Sejak momen romantis itu disiarkan ke seluruh dunia, sorotan langsung tertuju pada cincin biru yang kembali berkilau di jari Kate. Media global menyebutnya sebagai “the most famous engagement ring in the worldâ€. Publik pun kembali jatuh cinta pada pesona safir biru yang dikelilingi berlian, dan permintaan terhadap model halo sapphire melonjak secara signifikan.
Bukan sekadar cincin yang terlihat cantik, tetapi cincin yang bercerita—tentang cinta yang bertahan, tentang warisan keluarga, dan tentang hubungan yang terjaga dari satu generasi ke generasi berikutnya. Inilah yang membuat desain cincin ala Diana begitu istimewa: Ia menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan dalam satu lingkaran yang sederhana namun sarat makna.
Desain halo bertahtakan batu safir utama dan butiran berlian yang mengelilinginya, membuat cincin ini terlihat mewah dan proporsional di jari.
Safir biru memberikan sentuhan warna yang elegan—pas untuk kamu yang ingin standout secara halus.
Bagi banyak pasangan, cincin ini bukan sekadar perhiasan, tapi simbol perjalanan cinta yang kokoh dan penuh arti.
Mulai dari glam, vintage, minimalis, hingga royal elegance—semuanya cocok dengan model cincin biru ala Putri Diana ini.
Jika pesona cincin safir ala Putri Diana membuatmu jatuh hati, VNCO Jewellery menghadirkan pilihan cincin sapphire yang memadukan keanggunan klasik dengan sentuhan modern. Setiap desain memiliki karakter berbeda, namun tetap membawa nuansa royal elegance yang menjadi ciri khas cincin tunangan kerajaan.
Berikut rekomendasi cincin-cincin cantik ala Princess Diana dari VNCO:
Cincin seri DR2092 adalah pilihan yang terasa begitu tepat bagi siapa pun yang mencintai kesederhanaan yang elegan. Desainnya menampilkan sebuah safir biru berbentuk oval yang berdiri sebagai pusat perhatian, berkilau lembut namun tetap memancarkan karakter kuat. Safir ini ditempatkan di atas band emas putih yang ramping, dihiasi deretan diamond kecil di bagian shank, seolah menambahkan sentuhan cahaya yang halus namun berarti.
Keseluruhan tampilannya menghadirkan kesan yang anggun dan feminin, memberikan keindahan yang lembut tanpa pernah berusaha mencuri perhatian secara berlebihan. Justru dari kesederhanaannya, cincin ini memancarkan pesona yang subtle namun begitu bermakna—sebuah cincin yang mengutamakan detail kecil yang indah dan harmoni yang tenang.
DR2092 tetap selaras dengan gaya ikonik Putri Diana, meskipun tanpa desain halo yang besar. Safir biru tetap menjadi bintang utamanya, memberi nuansa royal yang halus dan elegan. Inilah cincin yang terasa modern, minimalis, dan sangat cocok untuk calon pengantin yang ingin memadukan keanggunan klasik dengan kesederhanaan masa kini.
Jika ada satu cincin dari koleksi VNCO Jewellery yang benar-benar memancarkan aura kerajaan, maka DRP0364 adalah wujud paling nyata dari pesona itu. Dari pandangan pertama, safir biru berbentuk oval di tengah cincin ini langsung mengingatkan pada keanggunan legendaris Putri Diana. Warnanya yang dalam dan bercahaya tampak seperti menyimpan cerita panjang tentang cinta, keberanian, dan ketulusan.
Safir itu dibingkai oleh deretan berlian yang tersusun membentuk flower halo—detail yang membuat cincin ini tampak seperti mahkota kecil yang dipahat dengan sangat lembut. Setiap berlian memantulkan cahaya yang menari di permukaannya, menciptakan kilau glamor yang tidak hanya memukau, tetapi juga menghadirkan kesan statement yang kuat. Tidak sulit memahami mengapa desain ini disebut paling mirip dengan cincin tunangan Diana; keseluruhan tampilannya benar-benar membawa kembali nuansa royal classic yang ikonik dan sulit dilupakan.
DRP0364 memberikan kesan mewah yang tegas namun tetap elegan, menjadikannya pilihan ideal bagi pengantin yang ingin tampil standout—bukan karena berlebihan, tetapi karena keanggunannya begitu matang dan berkarisma. Kombinasi batu safir oval, halo berlian yang cantik, dan band yang kokoh menyempurnakan cincin ini sebagai interpretasi modern dari cincin tunangan Princess Diana yang melegenda. Cincin ini bukan hanya perhiasan; ia adalah gambaran tentang pesona kerajaan yang hidup kembali di jari pemakainya.
Cincin DR2228 menghadirkan interpretasi modern dari keanggunan safir biru bergaya halo. Di tengahnya, sebuah safir bulat bersinar lembut, menghadirkan warna biru yang jernih dan menenangkan. Batu ini dikelilingi lingkaran berlian yang tersusun rapi dan proporsional, menciptakan kilau yang manis—bukan yang berlebihan, melainkan cahaya yang terasa halus, classy, dan pas untuk dikenakan setiap hari.
Desain band yang ramping membuat safir di tengah benar-benar menonjol, memberikan fokus pada keindahan batu utama tanpa mengurangi kenyamanan. Keseluruhan tampilannya terasa modern dan versatile, cocok untuk kamu yang menginginkan cincin yang tetap terinspirasi dari gaya ikonik Putri Diana, namun dengan nuansa kontemporer yang lebih ringan dan segar.
Kilau berliannya sengaja dibuat lebih soft, tidak terlalu besar, sehingga memberikan keseimbangan antara keanggunan dan kenyamanan harian. DR2228 menjadi pilihan ideal bagi pengantin yang ingin memadukan unsur klasik dengan sentuhan modern, menghadirkan pesona safir biru yang timeless namun tetap relevan dengan gaya masa kini.
Cincin ini mempertahankan konsep halo yang begitu identik dengan cincin Diana, namun tampil dengan pendekatan yang lebih fresh dan elegan—sebuah versi yang ringan, manis, dan sangat mudah dicintai dari waktu ke waktu.
Tidak semua orang cocok dengan gaya cincin ala Putri Diana. Cncin ini ideal bagi pengantin yang:
VNCO Jewellery dapat membantu kamu menemukan kombinasi yang paling sesuai.
Cincin tunangan Putri Diana bukan hanya ikon mode—tetapi warisan cinta yang melintasi generasi. Dengan memilih cincin bergaya serupa, kamu tidak sekadar memilih perhiasan, tetapi memilih kisah, simbol, dan keanggunan yang abadi.
Kalau kamu sedang mencari cincin sapphire modern yang terinspirasi dari royal elegance, tim VNCO siap membantu memilihkan cincin yang paling menggambarkan kisah cintamu. Lihat koleksi sapphire VNCO Jewellery sekarang dan temukan cincin impianmu.
Februari selalu punya cara unik untuk membuat suasana kota terasa lebih hangat. Di antara aroma…
Hari Valentine 2026 sudah di depan mata, dan atmosfer kasih sayang mulai terasa lebih kental…
Hari Valentine bukan sekadar tentang bertukar kartu ucapan atau makan malam romantis di bawah cahaya…
Momen pertunangan bukan sekadar upacara tukar cincin; ia adalah sebuah langkah besar menuju kehidupan baru…
Mempersiapkan pernikahan impian bukan sekadar urusan memilih vendor katering terbaik atau dekorasi pelaminan yang estetik.…
Bagi banyak pasangan, merencanakan pernikahan adalah tentang menyatukan dua visi menjadi satu harmoni yang indah.…