Macam-Macam Kode Emas Perhiasan

Wajib Tahu! Ini Macam-Macam Kode Emas Perhiasan yang Menentukan Harga dan Kualitas

Banyak orang membeli perhiasan hanya berdasarkan modelnya saja, tanpa menyadari bahwa ada “pesan rahasia” di balik setiap logam yang mereka kenakan. Pernahkah kamu memperhatikan ukiran angka atau huruf kecil di bagian dalam cincin atau pengait kalungmu? Angka-angka tersebut bukan sekadar hiasan atau nomor produksi biasa. Dalam dunia perhiasan, angka tersebut adalah “paspor” yang menunjukkan identitas, kadar kemurnian, hingga kualitas logam mulia yang kamu kenakan.

Memahami macam-macam kode emas adalah langkah pertama bagi setiap calon pembeli perhiasan maupun investor agar tidak salah pilih. Pasalnya, kode ini menentukan seberapa kuat perhiasanmu bertahan selama puluhan tahun dan seberapa mahal harganya jika suatu saat kamu ingin menjualnya kembali.

Dalam artikel ini, V&Co Jewellery akan membongkar rahasia di balik kode-kode emas tersebut agar kamu bisa berbelanja dengan lebih cerdas dan percaya diri.

1. Memahami Kode Angka: Persentase Kadar Kemurnian

Kode angka adalah representasi dari persentase kemurnian emas dalam sebuah logam campuran. Karena emas murni (24K) bersifat lunak, perhiasan biasanya dicampur dengan logam lain (seperti tembaga atau perak) agar lebih kokoh. Berikut daftar kode yang paling umum ditemukan:

  • Kode 999 (24 Karat): Ini adalah emas murni 99,9%. Biasanya berbentuk emas batangan atau Logam Mulia (LM). Jarang digunakan untuk perhiasan rumit karena sifatnya yang mudah bengkok.
  • Kode 750 (18 Karat): Mengandung 75% emas murni. Kode ini adalah standar internasional untuk perhiasan mewah. Hampir seluruh koleksi perhiasan di V&Co Jewellery menggunakan kadar ini karena memberikan keseimbangan sempurna antara kilau mewah dan ketahanan fisik.
  • Kode 700 (16K – 17K): Sangat populer di pasar Indonesia dan sering disebut sebagai “Emas Tua”. Kualitasnya cukup stabil untuk pemakaian jangka panjang.
  • Kode 585 (14 Karat): Mengandung 58,5% emas. Kode ini lebih sering ditemui pada perhiasan vintage atau produk dari luar negeri (Amerika/Eropa).
  • Kode 375 atau 300 (8K – 9K): Masuk dalam kategori “Emas Muda”. Harganya sangat terjangkau, namun kandungan emasnya lebih sedikit dibandingkan logam campurannya.

2. Kode Emas Berdasarkan Warna Logam

Platinum dan Palladium sebagai Solusi Cincin Nikah
Foto: Cincin V&Co Jewellery

Meskipun perhiasan hadir dalam berbagai warna menarik, penting untuk diingat bahwa warna tidak mengubah nilai karatnya. Kode emas seperti 750 tetap menunjukkan kandungan emas 75%, sama dengan emas kuning. Perbedaan warna ditentukan oleh jenis campuran logam yang digunakan:

  • Emas Kuning (Yellow Gold): Diciptakan dengan mencampur emas murni dengan perak dan tembaga dalam proporsi tertentu. Memberikan kesan klasik dan mewah, sangat cocok untuk kamu yang memiliki warm undertone.
  • Emas Putih (White Gold): Warna perak berkilau ini didapat dari campuran logam berwarna putih seperti paladium, perak, atau nikel. Agar terlihat putih sempurna dan berkilau, emas putih biasanya dilapisi dengan rhodium. Cocok bagi penyuka gaya modern dan elegan.
  • Rose Gold: Campuran tembaga yang lebih dominan menciptakan rona merah jambu (pink) yang romantis. Warna ini sangat populer karena cenderung cocok untuk semua warna kulit (universal).

3. Hubungan Kode Emas dengan Daya Tahan Perhiasan

Memahami kode emas juga berarti memahami komposisi logam campuran di dalamnya, yang secara langsung memengaruhi ketahanan fisik perhiasan tersebut:

  • Emas Tua (Kode 700 – 750 / 17K-18K): Emas pada kadar ini dianggap memiliki proporsi “titik manis” (sweet spot). Mengapa? Karena kandungan emas murninya cukup tinggi untuk menjaga kilau abadi dan sifat anti-korosi, namun memiliki campuran logam lain yang cukup kuat untuk menahan benturan sehari-hari. Sangat direkomendasikan untuk cincin kawin.
  • Emas Muda (Kode 300-420 / 6K-9K): Karena kandungan emas murninya lebih rendah, perhiasan ini memiliki konsentrasi logam campuran (seperti tembaga atau seng) yang lebih tinggi. Secara fisik, emas muda memang terasa lebih keras dan kaku, namun ia lebih rentan terhadap proses oksidasi.  Artinya, perhiasan cenderung lebih cepat kusam atau meninggalkan noda kehijauan di kulit jika sering terkena keringat atau bahan kimia (parfum/sabun).
  • Emas Murni (Kode 999 / 24K): Meskipun memiliki nilai tertinggi, emas 24K justru memiliki daya tahan terendah jika dijadikan perhiasan. Sifat aslinya yang sangat lunak membuatnya mudah bengkok atau berubah bentuk

4. Dampak Kode Emas Terhadap Harga Jual Kembali (Buyback)

Dampak Kode Emas Terhadap Harga Jual Kembali (Buyback)
Foto via wiifreear

Kode emas adalah faktor penentu utama saat kamu ingin mencairkan investasi perhiasanmu. Berikut adalah alasan mengapa kode tersebut sangat krusial bagi nilai kantongmu:

  • Transparansi Penilaian: Saat kamu membawa perhiasan ke toko emas untuk dijual kembali, hal pertama yang diperiksa adalah kode fisiknya. Kode standar seperti 750 atau 700 memberikan kepastian bagi toko mengenai estimasi kadar emas tanpa harus selalu melakukan tes destruktif (seperti digosok atau ditetes air keras). Hal ini meminimalkan risiko perdebatan harga antara pembeli dan penjual.
  • Standar Harga Pasar: Toko perhiasan profesional seperti V&Co Jewellery menentukan harga buyback berdasarkan persentase kode tersebut dikalikan harga emas dunia saat itu. Sebagai contoh, perhiasan dengan kode 750 akan dihargai jauh lebih tinggi daripada kode 375, karena jumlah logam emas murni yang dapat didaur ulang jauh lebih banyak.
  • Kemudahan Likuiditas: Perhiasan dengan kode internasional yang jelas jauh lebih mudah dijual di mana saja, baik di dalam maupun luar negeri. Tanpa kode yang terbaca jelas, toko emas mungkin akan menawar perhiasanmu dengan harga “emas muda” secara sepihak atau bahkan menolak untuk membelinya karena risiko kadar yang tidak terjamin.
  • Potongan Biaya Peleburan: Emas dengan kode rendah sering kali dikenakan potongan biaya lebih besar saat dijual kembali karena proses pemurniannya yang lebih rumit dibandingkan emas dengan kode tinggi (emas tua). Inilah sebabnya mengapa investasi pada emas berkode 750 sering dianggap lebih menguntungkan dalam jangka panjang.

Tips Belanja Cerdas di V&Co Jewellery

Agar tidak salah beli, selalu lakukan langkah-langkah berikut:

  • Gunakan Kaca Pembesar: Periksa bagian dalam perhiasan untuk mencari kode angka (seperti 750).
  • Cek Inisial Pabrik: Cari kode huruf pendamping seperti UBS, HWT, atau kode eksklusif toko sebagai jaminan asal produk.
  • Minta Sertifikat Resmi: Pastikan setiap pembelian disertai nota yang mencantumkan berat dan kadar emas secara detail.

Memilih perhiasan adalah tentang estetika sekaligus kecerdasan finansial. Dengan mengenali macam-macam kode emas, kamu tidak hanya mendapatkan aksesori yang indah, tapi juga aset yang bernilai. Siap menambah koleksi perhiasanmu? Temukan berbagai koleksi cincin, kalung, dan gelang dengan kode emas standar internasional 18K (750) yang terjamin kualitasnya hanya di V&Co Jewellery.

Klik di sini untuk lihat koleksi terbaru V&Co Jewellery.

***

Cover | Foto via wiifreear

Scroll to Top