Bagi kamu yang sedang merencanakan pernikahan, momen memilih cincin nikah sering kali menjadi salah satu bagian yang paling emosional. Cincin ini bukan sekadar aksesori; ia adalah saksi bisu yang akan melingkar di jarimu saat suka maupun duka, saat muda hingga masa tua nanti. Ia adalah simbol fisik dari janji yang tidak kasat mata.
Namun, pernahkah kamu bertanya-tanya, mengapa perhiasan ini harus berbentuk lingkaran? Mengapa ia harus diletakkan di jari tertentu? Di balik kilau logam mulia dan tatahan berlian yang presisi, tersimpan ribuan tahun sejarah, bisikan takhayul, dan filosofi mendalam yang diwariskan lintas generasi.
Mari kita telusuri lebih jauh mitos-mitos unik seputar cincin nikah yang akan membuatmu semakin menghargai makna di balik setiap karatnya.
1. Legenda Vena Amoris: Rahasia Nadi yang Menuju Jantung

Mitos yang paling melegenda dan tetap eksis hingga hari ini berasal dari peradaban Romawi Kuno. Masyarakat saat itu percaya bahwa di jari manis tangan kiri terdapat sebuah pembuluh darah spesial yang mengalir langsung tanpa putus menuju jantung. Mereka menyebutnya Vena Amoris atau “Urat Kasih Sayang”.
Meskipun ilmu anatomi modern telah membuktikan bahwa setiap jari memiliki struktur pembuluh darah yang serupa, romansa di balik mitos ini sulit untuk dilupakan. Dengan melingkarkan cincin di jari manis, kamu seolah sedang mengunci pintu hati pasanganmu secara simbolis. Inilah alasan mengapa tradisi meletakkan cincin di jari manis menjadi standar universal di hampir seluruh dunia hingga saat ini.
2. Filosofi Jari dari Tiongkok: Mengapa Pasangan Tak Terpisahkan?

Dalam kebudayaan Tiongkok, setiap bagian tangan memiliki perwakilan anggota keluarga yang berbeda. Ini adalah sebuah filosofi yang sangat menyentuh yang bisa kamu praktikkan sendiri:
- Ibu jari mewakili orang tua.
- Jari telunjuk mewakili saudara sekandung.
- Jari tengah mewakili diri sendiri.
- Jari kelingking mewakili anak-anak di masa depan.
- Jari manis mewakili pasangan hidup.
Jika kamu menyatukan kedua telapak tangan dengan posisi jari tengah ditekuk ke dalam, kamu akan menemukan sebuah keajaiban kecil. Jempol, telunjuk, dan kelingking bisa dipisahkan dengan mudah. Namun, saat mencoba memisahkan kedua jari manis, kamu akan merasakan kesulitan yang luar biasa. Mitos ini mengajarkan bahwa orang tua akan pergi, saudara akan memiliki hidupnya sendiri, dan anak-anak akan tumbuh dewasa, namun hanya pasangan hidup yang ditakdirkan untuk tetap melekat dan tak terpisahkan dari sisimu.
3. Kesakralan Jari Manis dalam Tradisi Jawa

Bergeser ke kearifan lokal, masyarakat Jawa memiliki pandangan yang sangat hormat terhadap cincin nikah. Ada sebuah kepercayaan atau “gugon tuhon” yang melarang pasangan untuk memindahkan cincin nikah dari jari manis ke jari lainnya, apalagi melepasnya dalam waktu lama di tahun-tahun awal pernikahan.
Mitosnya, jika cincin tersebut sering berpindah tempat, maka posisi atau “fondasi” rumah tangga pun dipercaya akan ikut goyah. Namun, jika kita melihat dari sisi yang lebih bijak, larangan ini sebenarnya adalah pengingat tentang konsistensi. Membiarkan cincin tetap di tempat asalnya melambangkan bahwa komitmen dan kasih sayang yang telah diikrarkan tidak boleh berubah atau bergeser, sesulit apa pun tantangan yang dihadapi nanti.
4. Dilema Cincin Polos: Antara Tradisi dan Estetika

Banyak orang tua atau sesepuh yang menyarankan agar calon pengantin memilih cincin nikah yang polos (tanpa ukiran atau permata). Kepercayaan kuno menyebutkan bahwa permukaan cincin yang rata dan tanpa “hambatan” melambangkan jalan hidup pernikahan yang akan selalu mulus, tanpa konflik yang tajam atau rintangan yang berarti.
Di tengah dinamika era modern, V&Co Jewellery menangkap perubahan arah dalam preferensi tersebut. Banyak pasangan yang memilih menambahkan berlian sebagai simbol kekuatan yang tak terpatahkan. Pada akhirnya, apakah cincinmu polos atau bertahtakan permata, kelancaran rumah tangga tetap bergantung pada bagaimana kamu dan pasangan mengemudikan bahtera pernikahan tersebut.
5. Mitos Mutiara: Air Mata Duyung yang Menghantui
Mutiara sering kali dianggap sebagai permata paling elegan, namun jarang sekali ditemukan pada cincin pernikahan. Mengapa? Terdapat mitos kuno yang menyebutkan bahwa mutiara melambangkan air mata. Memakainya sebagai pusat perhatian pada cincin nikah dikhawatirkan akan membawa kesedihan atau “banjir air mata” dalam kehidupan rumah tangga.
Namun, bagi sebagian pasangan lain, mutiara justru dipandang sebagai simbol kemurnian dan ketulusan. Mereka percaya bahwa mutiara terbentuk dari proses yang menyakitkan di dalam kerang, yang kemudian menghasilkan sesuatu yang indah—sama seperti pernikahan yang membutuhkan perjuangan untuk mencapai kebahagiaan sejati.
6. Larangan Mencoba Cincin Orang Lain
Pernahkah seseorang ingin meminjam atau sekadar mencoba cincin nikahmu? Di Inggris dan sebagian wilayah Eropa, hal ini adalah tabu besar. Ada takhayul bahwa membiarkan orang lain memakai cincin nikahmu berarti kamu sedang “meminjamkan keberuntungan” atau energi pernikahanmu. Konon, orang yang meminjam tersebut bisa secara tidak sengaja “mencuri” kebahagiaanmu atau meninggalkan energi negatif yang bisa memicu pertengkaran. Menjaga cincin tetap di jarimu sendiri adalah cara untuk menjaga privasi dan kesucian hubungan.
7. Tanda-Tanda Saat Cincin Terjatuh

Foto: WR0488 WR0489 V&Co Jewellery
Dalam upacara pernikahan yang sakral, suasana biasanya sangat tegang. Jika cincin terjatuh saat akan dipasangkan, banyak yang menganggapnya sebagai pertanda buruk bagi masa depan pasangan. Namun, di Irlandia, ada interpretasi yang jauh lebih menenangkan: siapa pun yang menjatuhkan cincin, dialah yang akan diberkati dengan umur panjang. Mitos ini sering digunakan untuk mencairkan suasana yang kaku saat insiden kecil tersebut terjadi di altar atau pelaminan.
8. Cincin Claddagh: Simbol Cinta, Kesetiaan, dan Persahabatan
Mitos terakhir datang dari sebuah desa nelayan di Irlandia melalui Cincin Claddagh. Desainnya sangat ikonik: dua tangan yang memegang satu jantung bermahkota.
- Tangan melambangkan persahabatan (friendship).
- Jantung melambangkan cinta (love).
- Mahkota melambangkan kesetiaan (loyalty).
Cara pemakaiannya pun diatur oleh mitos yang ketat. Jika kamu memakainya di tangan kiri dengan ujung jantung menghadap ke arahmu, itu adalah tanda bahwa kamu telah menemukan cinta sejati dan tidak akan berpaling lagi.
Memilih Simbol yang Paling Tepat untukmu

Mitos dan legenda di atas memang memberikan warna yang indah dalam tradisi pernikahan manusia selama berabad-abad. Namun, pada akhirnya, kekuatan sebuah cincin nikah tidak terletak pada mitos yang menyertainya, melainkan pada makna yang kamu sematkan sendiri di dalamnya.
Di V&Co Jewellery, kami menyadari bahwa tiap pasangan memiliki kisah, prinsip, dan selera yang tak pernah sama. Apakah kamu seorang yang memegang teguh tradisi dengan cincin emas polos yang klasik, atau pasangan modern yang ingin mengabadikan cinta melalui kilau berlian yang mewah?
Kami hadir sebagai mitra terbaik untuk membantu kamu menemukan atau merancang sendiri (custom) cincin nikah impian. Dengan material logam mulia berkualitas tinggi dan pengerjaan yang detail, kami memastikan bahwa cincin yang kamu pilih akan menjadi simbol janji yang tidak hanya indah dipandang, tapi juga tangguh menemani perjalanan hidupmu.
***
Foto via Instagram/Yuvi Angelina