Foto: Freepik
Halo, V&Co Friends! Menyiapkan pernikahan seringkali terasa seperti sedang menguji “otot” kedewasaan kita. Salah satu ujian terberatnya? Apalagi kalau bukan menyelaraskan visi tentang budget nikah antara kamu, pasangan, dan orang tua.
Di Indonesia, pernikahan sering dianggap sebagai hajat keluarga besar. Namun, di tahun 2026 ini, di mana biaya hidup dan ekspektasi gaya hidup semakin tinggi, menetapkan batasan finansial bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan. Tujuannya satu: agar setelah pesta usai, kamu dan pasangan tidak memulai hidup baru dengan “napas yang tersengal-sengal” karena beban utang atau stres finansial.
Menetapkan batasan bukan berarti kamu tidak hormat atau pelit. Ini adalah tentang transparansi. Tanpa batasan yang jelas, ekspektasi akan terus berkembang secara liar. Orang tua mungkin mengira kamu memiliki dana lebih, sementara kamu mungkin berharap orang tua akan menutupi kekurangan biaya. Jika komunikasi ini buntu, yang muncul adalah rasa bersalah dan kebencian (resentment).
Ingat, kamu sedang membangun fondasi rumah tangga. Cara kamu menangani diskusi budget ini adalah simulasi pertama bagaimana kamu dan pasangan akan menghadapi masalah keuangan di masa depan.
Nah, sebelum mulai berdiskusi dengan orang tua mengenai masalah budget pernikahan, lakukan hal ini terlebih dahulu:
Sebelum duduk bersama orang tua, pastikan kamu dan pasangan sudah satu suara.
Jangan sampai orang tua melihat celah ketidakyakinan di antara kalian, karena hal ini sering kali menjadi pintu masuk bagi intervensi yang lebih dalam.
Banyak orang tua yang belum menyadari bahwa biaya katering atau sewa gedung di tahun 2026 sudah jauh berbeda dibandingkan saat mereka menikah dulu.
Tips: Jangan hanya bicara “mahal”. Tunjukkan riset kecil-kecilan atau draf vendor yang sudah kamu kumpulkan. Data objektif biasanya lebih mudah diterima daripada argumen emosional.
Saat harus menolak keinginan orang tua (misalnya menambah 200 undangan tambahan), mulailah dengan rasa terima kasih.
Gunakan kalimat ini:
“Pak, Bu, kami sungguh bersyukur karena Bapak dan Ibu begitu semangat ingin mendukung dan merayakan hari spesial kami nanti dengan penuh sukacita. Namun, setelah kami hitung secara mendetail, budget yang kami siapkan adalah untuk X tamu agar kami bisa memulai hidup baru setelah nikah tanpa cicilan. Bagaimana kalau kita diskusikan bagian mana yang paling prioritas?”
Ini adalah aturan yang cukup sensitif. Jika orang tua memberikan kontribusi dana yang besar, secara tidak tertulis mereka merasa memiliki hak suara. Jika kamu ingin kendali penuh atas konsep pernikahan, usahakanlah untuk membiayai bagian-bagian krusial sendiri.
Jika orang tua bersikeras menambah tamu, kamu bisa bernegosiasi dengan halus: “Kami sangat senang jika teman-teman Mama bisa hadir, tapi bolehkah kami minta bantuan Mama untuk menutupi selisih biaya katering untuk tambahan tamu tersebut?”
Pernikahan adalah seni berkompromi. Pilihlah satu atau dua hal yang sangat penting bagi orang tua (misal: menu makanan tertentu atau prosesi adat) dan berikan mereka kebebasan di sana. Sebagai gantinya, kamu memegang kendali penuh pada hal lain, seperti vendor perhiasan, fotografer, atau gaun pengantin.
Catatan penting: Ingatlah bahwa tujuan akhir kalian adalah pernikahan (kehidupan setelah pesta), bukan sekadar pesta pernikahan (acara satu hari). Jangan sampai tabungan masa depan kalian habis hanya untuk memuaskan ekspektasi orang lain.
Biar diskusi dengan orang tua tetap adem dan mencapai titik temu, perhatikan panduan komunikasi berikut ini:
Berikut adalah beberapa “naskah” yang bisa kamu gunakan saat situasi mulai terasa sulit:
1. Saat orang tua ingin menambah tamu di luar budget:
2. Saat orang tua ingin konsep yang sangat tradisional/mewah sementara kamu ingin minimalis:
3. Saat menolak bantuan dana yang disertai banyak tuntutan:
Pada akhirnya, kesuksesan sebuah pernikahan tidak diukur dari seberapa mewah pestanya, tapi seberapa kuat hubungan yang dibangun di dalamnya—termasuk hubungan dengan orang tua. Menetapkan batasan finansial adalah tanda bahwa kamu menghargai masa depanmu dan juga menghargai orang tua dengan cara berkomunikasi secara jujur. Sama seperti memilih perhiasan di V&Co Jewellery, semuanya adalah tentang menemukan titik keseimbangan antara keindahan, kualitas, dan nilai yang tepat.
***
Cover | Foto: Freepik
Dear, V&Co Friends! Lagi sibuk-sibuknya nyusun spreadsheet budget nikah, ya? Kita semua tahu kalau menyiapkan…
Halo, V&Co Friends! Pernahkah kamu memperhatikan bagaimana tren belakangan ini mulai bergeser? Kalau dulu mungkin…
Dear, V&Co Friends (terutama kamu para Gen Z jewelry enthusiast)! Jujur deh, kalau denger kata…
Halo, V&Co Friends! Pertama-tama, congrats ya buat kamu dan pasangan yang sudah memutuskan untuk melangkah…
Halo, V&Co Friends! Bagaimana kabarnya? Semoga kamu dan pasangan tetap sehat dan semangat, ya! Kami…
Halo, V&Co Friends! Siapa sih yang nggak tahu kalau emas itu salah satu instrumen investasi…