Dalam rangkaian pernikahan adat Tionghoa, perjalanan menuju pelaminan tidak hanya tentang hari resepsi. Ada dua momen besar yang sering dianggap serupa namun memiliki esensi yang sangat berbeda: Tingjing dan Sangjit. Meskipun keduanya melibatkan pertemuan keluarga dan pemberian hadiah, esensi dan detail di baliknya memiliki perbedaan yang sangat mendalam.
Memahami perbedaan keduanya bukan hanya soal mengikuti tradisi, tetapi juga tentang menghargai setiap filosofi doa dan harapan yang menyertainya. Nah, artikel ini akan mengulas secara detail setiap aspeknya, mulai dari filosofi perhiasan hingga tata cara hantaran, agar kamu dapat mempersiapkan momen spesial ini dengan sempurna.
1. Apa itu Tingjing? (Mengenal Filosofi Lamaran dan Prosesi Kalungan dalam Budaya Tionghoa)
Dalam perjalanan menuju pernikahan adat Tionghoa, Tingjing adalah pintu gerbang utama yang menandai keseriusan sebuah komitmen. Secara etimologi, istilah ini berasal dari padu padan kata Ting yang berarti “mendengar” dan Jing yang bermakna “menetapkan”. Secara filosofis, momen ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan sebuah upacara di mana pihak keluarga pria datang dengan kerendahan hati untuk “mendengar” jawaban resmi dari pihak wanita, sekaligus “menetapkan” atau mengikat janji suci tersebut ke jenjang yang lebih tinggi.
Simbolisme “Kalungan”: Ikatan Tanpa Ujung

Ciri khas yang paling sakral dan membedakan Tingjing dari prosesi lainnya adalah ritual “Kalungan”. Jika dalam tradisi Barat pertunangan identik dengan penyematan cincin, Tingjing memilih kalung sebagai ikon utamanya. Mengapa kalung? Dalam filosofi kuno, bentuk kalung yang melingkar sempurna tanpa ujung adalah representasi visual dari kasih sayang yang abadi, terus bersambung, dan tidak terputus oleh waktu.
Keindahan prosesi ini memuncak saat ibu dari calon mempelai pria melingkarkan perhiasan tersebut ke leher calon menantunya. Tindakan lembut ini bukan hanya sekadar pemberian materi, melainkan simbol penerimaan hangat dan perlindungan dari seorang ibu mertua kepada anggota keluarga barunya. Perhiasan yang dipilih, baik itu emas putih yang modern maupun emas kuning klasik dengan bertahtakan liontin berlian adalah cerminan dari kemurnian niat dan tingginya martabat komitmen tersebut.
Harmoni dalam Penentuan Tanggal Baik (Bazi)
Di balik suasana yang intim dan hangat, Tingjing juga menjadi forum resmi bagi kedua keluarga besar untuk saling mengenal lebih dalam dan menyatukan visi. Salah satu agenda krusial dalam pertemuan ini adalah penentuan Bazi, yaitu pencarian tanggal baik untuk hari pernikahan berdasarkan perhitungan astrologi Tionghoa. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa perjalanan hidup baru pasangan tersebut dimulai pada waktu yang paling harmonis dengan alam semesta.

Detail Esensial Prosesi Tingjing
- Waktu Pelaksanaan: Sebagai langkah awal, prosesi ini idealnya dilakukan beberapa bulan hingga satu tahun sebelum hari pernikahan digelar.
- Fokus Perhiasan: Fokus estetika tertuju pada seuntai kalung eksklusif. Di V&Co Jewellery, koleksi kalung dengan liontin berlian GIA certified sering menjadi pilihan utama untuk memberikan kesan mewah yang tak terlupakan pada momen ini.
- Hantaran (Hampers): Berbeda dengan Sangjit yang sangat kompleks, hantaran Tingjing cenderung lebih simpel namun sarat makna. Biasanya terdiri dari hampers buah-buahan segar, aneka kue tradisional, hingga kue bulan (mooncake) yang melambangkan kebulatan tekad dan manisnya hubungan yang sedang dibangun.
2. Apa itu Sangjit? (Pertunangan Resmi dan Simbol Kemakmuran)
Jika Tingjing adalah sebuah “pembuka pintu”, maka Sangjit adalah bentuk “kesepakatan agung” sebelum kedua mempelai melangkah ke altar pernikahan. Sangjit merupakan upacara pertunangan formal dalam tradisi Tionghoa yang melibatkan penyerahan seserahan secara kolosal. Di sini, pihak pria menunjukkan rasa hormat, tanggung jawab, dan kesungguhannya melalui hantaran yang dipersiapkan secara mendetail untuk keluarga pihak wanita.
Filosofi Seserahan: Lebih dari Sekadar Pemberian

Esensi dari Sangjit adalah ungkapan terima kasih pihak pria kepada orang tua wanita yang telah membesarkan putri mereka dengan penuh kasih sayang. Namun, lebih dari itu, Sangjit adalah doa visual agar kehidupan pernikahan pasangan tersebut nantinya dipenuhi dengan kelimpahan dan harmoni. Dominasi warna merah dan emas pada setiap baki hantaran yang diberikan bukan tanpa alasan; merah melambangkan energi kebahagiaan yang meluap, sementara emas melambangkan kemuliaan dan status sosial yang tinggi.
Perhiasan Satu Set Lengkap: Simbol Perlindungan Utuh
Perbedaan paling mencolok pada Sangjit terletak pada perhiasannya. Jika Tingjing berfokus pada kalung, pada momen Sangjit, pihak pria idealnya menyerahkan satu set perhiasan lengkap (Full Set Jewelry). Set ini biasanya mencakup cincin, anting, kalung, hingga gelang.
Pemberian satu set lengkap ini melambangkan janji bahwa sang pria sanggup memberikan kesejahteraan dari ujung kepala hingga ujung kaki bagi pasangannya. Kehadiran perhiasan yang berkilau di dalam baki transparan bukan hanya menjadi pemandangan yang memukau bagi tamu undangan, tetapi juga menjadi aset berharga yang melambangkan harga diri dan kehormatan kedua belah keluarga.
Detail Esensial Prosesi Sangjit

- Waktu Pelaksanaan
Secara tradisional, Sangjit dilakukan antara satu minggu hingga satu bulan sebelum hari pernikahan. Ini adalah puncak dari seluruh persiapan lamaran sebelum akhirnya janji suci diucapkan.
- Filosofi Baki dan Angka Keberuntungan
Dalam tradisi Sangjit, setiap baki yang dibawa oleh pihak pria adalah pesan tersirat mengenai kesiapannya membangun rumah tangga. Sesuai tradisi, baki hantaran ini harus berjumlah genap (6, 8, hingga 12 baki) dan wajib menghindari angka 4. Setiap item di dalamnya dipilih secara saksama untuk melambangkan harapan-harapan baik bagi pasangan.
Berikut adalah rincian isi seserahan Sangjit yang autentik:
1. Perhiasan: Lambang Keberuntungan dan Pengikat Hati
Perhiasan adalah komponen wajib yang biasanya diletakkan dalam kotak berwarna merah. Berbeda dengan Tingjing yang hanya fokus pada kalung, dalam Sangjit perhiasan diberikan sebagai lambang keberuntungan dan kebahagiaan yang utuh.
- Isi: Meliputi satu set lengkap yang terdiri dari kalung, cincin, gelang, anting, bahkan liontin.
- Makna: Selain sebagai pengikat perasaan, perhiasan emas atau berlian ini melambangkan nilai kasih sayang yang tinggi dari pihak pria untuk mempelai wanita.
2. Pakaian atau Kain: Simbol Pemenuhan Kebutuhan Pokok
Sandang merupakan kebutuhan primer manusia. Hantaran berupa kain atau pakaian jadi ini diletakkan dalam baki tersendiri. Makna pemberian pakaian atau kain melambangkan komitmen pihak pria bahwa ia akan selalu mampu memenuhi kebutuhan sandang istrinya dengan baik selama masa pernikahan.
3. Set Perawatan Tubuh, Makeup, dan Cermin
Terdiri dari perlengkapan mandi, kosmetik, dan satu benda penting: cermin. Diberikan dengan harapan agar pasangan dapat selalu merawat diri agar tetap menarik di mata satu sama lain. Kehadiran cermin memiliki makna filosofis agar kedua belah pihak senantiasa melakukan refleksi diri (self-reflection).

4. Buah-buahan: Rezeki yang Melimpah
Jumlah buah harus genap (8, 12, 16, dst) dan biasanya menggunakan apel atau jeruk karena warnanya yang selaras dengan suasana Sangjit. Buah-buahan melambangkan doa agar pasangan selalu dianugerahi rezeki yang melimpah dan kebahagiaan yang terus berbuah.
5. Uang Susu dan Uang Pesta: Tanda Penghormatan
Dua jenis uang ini dimasukkan ke dalam amplop merah terpisah.
- Uang Susu: Bentuk apresiasi dan terima kasih kepada orang tua wanita yang telah membesarkan putri mereka. Jika diambil seluruhnya, artinya orang tua wanita menyerahkan anaknya sepenuhnya tanpa ikut campur lagi.
- Uang Pesta: Modal untuk pesta pernikahan. Jika diambil sebagian dan dikembalikan sisanya, artinya biaya pesta ditanggung pihak pria. Jika diambil seluruhnya, biaya ditanggung pihak wanita.
6. Dua Pasang Lilin Naga (Liong) dan Phoenix (Hong)
Sepasang lilin bergambar naga dan burung phoenix yang diikat dengan tali merah. Lilin ini simbol penerangan dan perlindungan dari energi negatif. Secara tradisi, sepasang lilin naga akan dikembalikan kepada pihak pria, dan sepasang lilin phoenix akan disimpan oleh pihak wanita.

7. Kaki Babi atau Makanan Kaleng
Banyak pasangan modern kini mengganti kaki babi dengan makanan kaleng (seperti buah longan, leci, atau kacang polong) dalam jumlah genap. Seserahan ini melambangkan kemakmuran dan ketersediaan pangan yang selalu terjaga dalam rumah tangga baru.
8. Kue-kue Tradisional dan Manisan
Menggunakan kue yang bertekstur lengket seperti kue keranjang, kue mangkuk, atau kue wijen. Tekstur lengket melambangkan harapan agar hubungan pasangan selalu harmonis dan lengket. Manisan dan permen ditambahkan sebagai simbol harapan akan kehidupan pernikahan yang manis.
9. Anggur Merah atau Sampanye
Diberikan sebanyak dua botol sebagai simbol perayaan. Setelah diterima, pihak wanita biasanya akan memberikan dua botol sirup merah sebagai balasan, menyimbolkan balasan kasih sayang yang manis bagi pihak pria.
Tabel Perbandingan Mendalam: Tingjing vs Sangjit
| Aspek Perbedaan | Tingjing (Lamaran Awal) | Sangjit (Pertunangan Resmi) |
| Esensi & Tujuan | Momen keluarga pria meminta restu secara resmi sekaligus menentukan tanggal baik (Bazi). | Upacara penyerahan seserahan sebagai simbol tanggung jawab pria dan penghormatan bagi keluarga wanita. |
| Ikon Perhiasan | Kalung (Prosesi Kalungan): Melambangkan ikatan kasih sayang yang melingkar tanpa putus. | Set Lengkap (Full Set): Melambangkan kesejahteraan utuh (Cincin, Kalung, Anting, & Gelang). |
| Atmosfer & Warna | Lebih intim dan personal. Pilihan warna busana cenderung bebas, lembut, atau pastel. | Sangat formal dan meriah. Wajib didominasi warna Merah dan Emas sebagai simbol keberuntungan (Hoki). |
| Komposisi Hantaran | Lebih sederhana; biasanya fokus pada hampers makanan, buah-buahan, atau kue bulan (mooncake). | Sangat detail; mencakup perhiasan, uang susu, uang pesta, perlengkapan pribadi, hingga lilin simbolis. |
| Waktu Pelaksanaan | Dilakukan jauh hari, sekitar 6 bulan hingga 1 tahun sebelum hari pernikahan. | Dilakukan mendekati hari besar, biasanya 1 minggu hingga 1 bulan sebelum pernikahan. |
| Interaksi Keluarga | Fokus pada perkenalan dua keluarga besar dan penyatuan visi awal. | Fokus pada prosesi serah terima hantaran dan penghormatan secara adat yang lebih formal. |
Memilih Pengikat Cinta yang Tepat bersama V&Co Jewellery

Menjalankan tradisi Tingjing dan Sangjit tentu membutuhkan persiapan yang matang, terutama dalam memilih perhiasan yang akan menjadi saksi sejarah hidup kamu. Keindahan sebuah prosesi akan semakin terpancar ketika perhiasan yang dikenakan memiliki kilau yang sempurna dan desain yang melampaui zaman.
V&Co Jewellery hadir untuk menyempurnakan setiap langkah tradisi kamu. Mulai dari kalung solitaire yang anggun untuk momen kalungan Tingjing, hingga satu set perhiasan berlian eksklusif untuk mengisi baki Sangjit yang mewah. Dengan standar kualitas internasional dan desain yang menggabungkan modernitas serta nilai tradisi, kami memastikan setiap potongan perhiasan menjadi simbol kebahagiaan yang akan kamu kenang selamanya.
Jadikan setiap detail dalam Tingjing dan Sangjit kamu sebuah mahakarya. Karena momen sekali seumur hidup, layak mendapatkan kilau yang tak lekang oleh waktu.
***
Cover | Fotografi: Sekisah Sangjit
