cincin Berlian Lab-Grown vs Berlian alami

Apakah Berlian Lab-Grown Cocok untuk Investasi? Ini yang Perlu Kamu Ketahui!

Dunia perhiasan telah mengalami revolusi besar dalam beberapa tahun terakhir. Jika dulu berlian alami dianggap sebagai satu-satunya simbol kemewahan dan aset berharga, kini kita hidup di era di mana berlian bisa dibuat di laboratorium, dengan tampilan, kilau, dan struktur yang sama persis seperti berlian alami. Bahkan, berlian lab-grown (berlian laboratorium) semakin mendominasi pasar. 

Kemudian timbul satu pertanyaan penting: Apakah berlian lab-grown layak dijadikan sebagai instrumen investasi? Apakah kualitasnya sama? Jawabannya tidak sesederhana ya atau tidak. Untuk menjawabnya, kita perlu membedah perbedaan nilai antara berlian hasil lab dan berlian tambang, serta memahami apa arti “investasi” bagi kamu. Yuk, kita bahas!

Memahami Dulu: Apa Itu Berlian Lab-Grown?

Banyak yang keliru menganggap berlian lab-grown sebagai “berlian imitasi” seperti Cubic Zirconia atau Moissanite. Penting untuk meluruskan satu hal: berlian lab-grown adalah berlian asli. Secara kimia, fisik, dan optik, berlian ini identik dengan berlian yang ditambang dari bumi. Keduanya memiliki tingkat kekerasan 10 Mohs dan kilau yang sama persis. Bahkan lembaga gemologi terkemuka seperti Gemological Institute of America (GIA) mengklasifikasikannya sebagai berlian, bukan imitasi.

Perbedaannya hanya satu: tempat lahirnya! Yang satu diproduksi oleh alam selama miliaran tahun, sementara yang lainnya dibuat menggunakan teknologi canggih seperti HPHT (High Pressure High Temperature) atau CVD (Chemical Vapor Deposition) dalam hitungan minggu.

Kenapa Banyak Orang Tertarik?

harga berlian lab-grown
Foto: V&Co Jewellery

Kalau kita jujur, daya tarik berlian lab-grown secara finansial memang sulit diabaikan. Berikut beberapa alasannya:

1. Harga Awal Lebih Masuk Akal

Dengan kualitas 4C (Cut, Color, Clarity, Carat) yang setara, harganya bisa jauh lebih rendah  dibanding berlian alami. Artinya, dengan budget yang sama, seseorang bisa mendapatkan ukuran karat yang lebih besar atau tingkat kejernihan yang lebih tinggi. Bagi banyak orang, ini terasa seperti keputusan yang rasional dan cerdas, mendapatkan kilau dan kemewahan yang sama tanpa harus membayar “premium kelangkaan”.

2. Tren Konsumen Modern

Selain faktor harga, ada juga perubahan cara pandang konsumen modern. Generasi saat ini tidak hanya mempertimbangkan estetika, tetapi juga aspek etika dan keberlanjutan. Berlian lab-grown sering dipersepsikan lebih transparan dari sisi rantai pasok dan lebih ramah lingkungan. Kombinasi antara harga yang lebih terjangkau dan narasi keberlanjutan inilah yang membuatnya semakin diminati.

Namun penting dipahami, ketertarikan secara konsumsi tidak selalu sama dengan potensi investasi. Banyak orang tertarik karena value for money dan relevansi gaya hidup, bukan semata-mata karena ekspektasi kenaikan harga di masa depan.

Analisis Investasi: Berlian Lab-Grown vs Berlian Alami

cincin berlian pear shaped vnco jewellery
Foto: Cincin DR0877 V&Co Jewellery

Investasi itu sebenarnya tentang apa? Sebelum membahas berlian, ada baiknya kita menyepakati dulu satu hal: sebuah aset bisa disebut investasi yang baik jika memenuhi beberapa kriteria utama. Pasokannya terbatas, permintaannya stabil atau bahkan terus meningkat, mudah dijual kembali, serta memiliki potensi kenaikan nilai dalam jangka panjang. 

Emas, misalnya, memenuhi hampir seluruh kriteria tersebut. Saham menawarkan potensi pertumbuhan yang dinamis, sementara properti memiliki nilai guna sekaligus kelangkaan lokasi yang membuat harganya cenderung terapresiasi dari waktu ke waktu.

Sekarang pertanyaannya: di mana posisi berlian lab-grown?

1. Nilai Jual Kembali (Resale Value)

Ini adalah faktor krusial. Berlian alami memiliki sifat langka. Karena jumlahnya terbatas di alam, mereka memiliki pasar sekunder yang sangat kuat. Kamu bisa menjual kembali berlian alami dengan potongan harga yang relatif terukur.

Sebaliknya, berlian lab-grown diproduksi secara masal. Seiring kemajuan teknologi, biaya produksinya semakin efisien. Hal ini menyebabkan harga retail berlian lab-grown terus menurun dari tahun ke tahun. Akibatnya, nilai jual kembali berlian lab-grown saat ini masih jauh di bawah berlian alami. Di tahun 2026, pasar buyback untuk berlian lab masih sangat terbatas dibandingkan berlian tambang.

2. Harga Perolehan (Entry Price)

Di sinilah berlian lab-grown menang telak. Kamu bisa mendapatkan berlian dengan karat yang lebih besar, kejernihan (clarity) lebih tinggi, dan warna (color) yang lebih sempurna dengan harga 60% hingga 80% lebih murah daripada berlian alami.

Contoh Simulasi: Jika kamu memiliki budget Rp50 juta, kamu mungkin hanya mendapatkan berlian alami 0.5 karat. Namun, dengan budget yang sama, kamu bisa membawa pulang berlian lab-grown 1.5 atau 2 karat dengan kualitas visual yang jauh lebih memukau.

3. “Opportunity Cost” sebagai Investasi Tak Langsung

Beberapa pakar keuangan di 2026 menyarankan sudut pandang berbeda. Jika kamu membeli berlian lab-grown seharga Rp15 juta (daripada berlian alami seharga Rp60 juta), kamu memiliki sisa dana Rp45 juta.

Jika dana sisa tersebut diinvestasikan ke instrumen lain seperti emas batangan atau saham, maka secara akumulatif, keputusan membeli berlian lab-grown bisa dianggap sebagai langkah finansial yang lebih menguntungkan secara keseluruhan.

Perspektif yang Lebih Seimbang

cincin berlian asli
Foto: Cincin D2210 V&Co Jewellery

Agar tidak salah ekspektasi, penting melihat berlian lab-grown dengan cara yang lebih tenang dan proporsional. Jika tujuanmu adalah memiliki perhiasan yang tetap punya nilai, bisa dipakai dalam momen spesial, sekaligus terasa lebih masuk akal dari sisi harga, maka berlian lab-grown adalah pilihan yang wajar. Ia menawarkan keindahan dan kualitas yang sama seperti berlian pada umumnya, tetapi dengan harga yang lebih efisien. Dalam konteks ini, kamu membelinya sebagai perhiasan bernilai—bukan sebagai alat untuk mencari keuntungan besar.

Namun, jika tujuanmu murni untuk mengembangkan uang dalam jangka panjang, melindungi nilai dari inflasi, atau mendapatkan kenaikan harga yang signifikan, maka instrumen seperti emas, saham, atau reksa dana biasanya lebih sesuai. Aset-aset tersebut memang dirancang untuk pertumbuhan dan memiliki pasar yang lebih likuid. Dengan memahami perbedaan ini, kamu bisa menempatkan berlian lab-grown pada fungsi yang tepat: sebagai luxury item yang bernilai, bukan sebagai mesin pertumbuhan modal.

Kesimpulan: Apakah Berlian Lab-Grown Cocok untuk Investasi?

investasi cincin berlian
Foto: V&Co Jewellery

Jawaban jujurnya: Tidak ideal sebagai investasi utama jangka panjang. Namun, bisa dipertimbangkan sebagai:

  • Aset alternatif skala kecil
  • Koleksi bernilai pakai
  • Diversifikasi gaya hidup dan kekayaan

Ya, Jika… Kamu menganggap investasi sebagai “nilai guna”. Kamu ingin perhiasan pernikahan yang megah, indah, dan tahan lama dengan harga masuk akal, sementara sisa uangnya bisa kamu gunakan untuk modal usaha atau DP rumah.

Tidak, Jika… Kamu mencari aset yang bisa dijual kembali dengan keuntungan atau nilai yang stabil di masa depan (seperti emas atau berlian alami kategori investment-grade).

Cerdas Memilih di V&Co Jewellery

Berlian lab-grown adalah pilihan sempurna bagi pasangan modern di tahun 2026 yang mengutamakan transparansi, etika, dan efisiensi budget. Di V&Co Jewellery, kami menyediakan koleksi cincin kawin dan perhiasan berlian dengan desain eksklusif yang tetap mempertahankan nilai prestise kamu.

Ingat, perhiasan seringkali bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan simbol cinta dan momen berharga yang tak ternilai harganya. Kunjungi koleksi terbaru kami dan konsultasikan kebutuhan perhiasanmu bersama ahli kami. 

FAQ Singkat

Apakah harga berlian lab-grown bisa naik?
Bisa, tetapi secara historis lebih sering turun karena peningkatan produksi.

Apakah bisa dijual kembali?
Bisa, namun harga buyback biasanya lebih rendah dari harga beli.

Apakah kualitasnya sama dengan berlian alami?
Ya, secara kimia dan fisik sama. Perbedaannya hanya pada asal pembentukan.

 

Scroll to Top