Cincin Emas

Awas Alergi! Kenali Campuran Logam Emas Muda yang Sering Bikin Kulit Gatal

Pernah mengalami kulit gatal, kemerahan, atau muncul ruam setelah memakai cincin favorit? Kalau keluhan tersebut muncul tepat di area yang bersentuhan dengan perhiasan, mungkin kamu mulai bertanya-tanya: apakah kulitmu tidak cocok dengan emas?

Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah alergi terhadap logam campuran dalam perhiasan, terutama nikel. Namun, reaksi kulit tidak selalu berarti kamu alergi terhadap emas atau semua jenis perhiasan.

Kalau kamu memiliki kulit sensitif, memahami komposisi logam perhiasan bisa membantu memilih aksesori yang lebih sesuai. Yuk, kenali penyebabnya sebelum menentukan perhiasan yang akan menemanimu setiap hari.

Mengapa Perhiasan Emas Bisa Membuat Kulit Gatal?

Emas untuk perhiasan umumnya dicampur dengan logam lain agar lebih kuat dan mudah dibentuk. Campuran ini disebut alloy atau logam paduan. Komposisinya berbeda-beda, bergantung pada kadar emas, warna, dan karakter yang ingin dihasilkan.

Pada sebagian perhiasan, campuran logam dapat mencakup nikel atau kobalt, dua logam yang dikenal dapat memicu dermatitis kontak alergi. Ketika kulit yang sensitif terpapar logam pemicu, sistem kekebalan tubuh dapat bereaksi dan menimbulkan gatal, kemerahan, ruam, bahkan lepuhan. 

Nikel menjadi salah satu penyebab alergi kontak yang paling umum akibat perhiasan. Namun, bukan berarti semua perhiasan emas muda mengandung nikel atau pasti menyebabkan alergi. Risiko bergantung pada komposisi logam dan sensitivitas setiap orang.

Apakah Emas Muda Lebih Berisiko Menyebabkan Alergi?

Istilah emas muda biasanya merujuk pada perhiasan dengan kadar emas relatif lebih rendah dibandingkan emas tua. Karena proporsi emasnya lebih kecil, komposisi logam campurannya lebih besar. Akan tetapi, kadar emas yang lebih rendah tidak otomatis berarti perhiasan pasti menyebabkan alergi.

Hal yang perlu diperhatikan adalah jenis logam yang digunakan dalam campuran tersebut. Perhiasan dengan kadar emas lebih tinggi pun tidak selalu bebas dari risiko alergi, terutama jika terdapat logam pemicu pada campuran atau komponen lainnya.

Jadi, jika cincin emas bikin gatal, jangan langsung menyimpulkan bahwa penyebabnya adalah kadar emas yang rendah. Komposisi paduan dan kondisi kulit perlu dipertimbangkan bersama.

3 Tanda Kulit Mengalami Reaksi terhadap Perhiasan

Reaksi kulit akibat perhiasan bisa menyerupai iritasi biasa. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:

  1. Gatal dan kemerahan di area kontak: Kulit terasa gatal atau tampak merah pada bagian yang bersentuhan dengan cincin, gelang, kalung, atau anting.
  2. Ruam, kulit kering, atau bersisik: Pada sebagian orang, kulit dapat menjadi kering, menebal, atau bersisik jika paparan berulang terus terjadi.
  3. Muncul lepuhan atau keluhan yang berulang: Reaksi yang lebih berat bisa disertai lepuhan. Keluhan juga dapat muncul kembali setiap kali perhiasan yang sama digunakan.

Gejala alergi kontak dapat timbul beberapa jam hingga beberapa hari setelah paparan. Namun, ruam di bawah perhiasan tidak selalu disebabkan oleh alergi logam. Kelembapan, gesekan, serta sisa sabun yang terperangkap juga bisa menyebabkan iritasi.

Jika kulit mengalami ruam, sebaiknya hentikan pemakaian perhiasan tersebut sementara. Bila keluhan berulang, semakin parah, atau tidak membaik, konsultasikan dengan dokter kulit. Dokter dapat membantu menentukan penyebabnya, termasuk melalui pemeriksaan patch test jika diperlukan.

Cara Memilih Logam Perhiasan yang Lebih Ramah untuk Kulit Sensitif

Foto: V&Co Jewellery

Jika kamu pernah mengalami alergi perhiasan emas, jangan buru-buru berhenti memakai semua jenis perhiasan. Langkah yang lebih tepat adalah mengenali logam pemicu dan memilih material dengan komposisi yang sesuai.

Berikut beberapa alternatif yang bisa dipertimbangkan.

1. Emas berkadar tinggi, seperti 18K atau lebih

Emas 18 karat mengandung sekitar 75% emas, sedangkan sisanya merupakan logam campuran. Emas berkadar lebih tinggi umumnya menjadi salah satu pilihan bagi orang yang memiliki alergi nikel karena proporsi logam campurannya lebih kecil.

American Academy of Dermatology merekomendasikan emas kuning 18K, 22K, atau 24K sebagai salah satu pilihan bagi orang dengan alergi nikel. Meski demikian, kadar emas saja tidak menjamin perhiasan bebas dari seluruh pemicu alergi. Komposisi paduan dan bagian lain yang bersentuhan dengan kulit tetap perlu diperhatikan. 

Jika kamu ingin memakai perhiasan setiap hari, tanyakan kepada penjual mengenai kadar emas dan jenis logam campuran yang digunakan.

2. Platinum

Platinum merupakan logam mulia yang dapat menjadi alternatif bagi pemilik kulit sensitif, khususnya jika ingin memilih cincin atau perhiasan berwarna putih. Namun, perhiasan platinum juga dapat menggunakan campuran logam lain. Karena itu, periksa komposisinya dan jangan hanya mengandalkan nama material atau label hypoallergenic.

3. Paladium

Paladium termasuk kelompok logam yang digunakan dalam pembuatan perhiasan, termasuk sebagai bahan paduan emas putih. Material ini bisa menjadi alternatif untuk sebagian orang yang ingin menghindari nikel.

Meski demikian, paladium sendiri juga dapat memicu alergi pada sebagian individu. Jika kamu memiliki riwayat alergi logam, sebaiknya pastikan komposisi produk sebelum membeli dan konsultasikan pilihan material dengan dokter jika perlu.

Catatan penting: istilah hypoallergenic berarti dirancang untuk mengurangi kemungkinan reaksi alergi, bukan menjamin produk aman bagi semua orang. Jika kamu sudah mengetahui pemicu alergimu, pilih material berdasarkan komposisi yang jelas.

Tips Mencegah Iritasi Saat Memakai Perhiasan

Selain memilih material yang sesuai, kebiasaan pemakaian juga berpengaruh terhadap kenyamanan kulit.

  • Pastikan kulit tetap kering. Lepaskan cincin sebelum mencuci tangan atau mandi jika memungkinkan, lalu keringkan jari sebelum memakainya kembali. Kelembapan dan sisa sabun yang terperangkap dapat memicu iritasi.
  • Bersihkan perhiasan secara rutin. Kotoran dan residu produk perawatan tubuh bisa menumpuk di bagian yang bersentuhan dengan kulit.
  • Periksa komposisi logam. Tanyakan apakah produk mengandung nikel dan apakah ada bagian lain, seperti pengait atau dudukan batu, yang menggunakan logam berbeda.
  • Hentikan pemakaian jika muncul reaksi. Jangan terus mengenakan perhiasan yang menyebabkan gatal dengan harapan kulit akan terbiasa.
  • Cari tahu pemicu alergi. Jika reaksi berulang, dokter kulit dapat membantu memastikan apakah penyebabnya nikel, logam lain, atau iritasi nonalergi.

Perawatan ini dapat membantu mengurangi iritasi, tetapi tidak menggantikan kebutuhan untuk menghindari logam yang sudah terbukti memicu alergi.

Temukan Perhiasan Hypoallergenic di V&Co Jewellery

Punya kulit sensitif bukan berarti kamu harus membatasi diri untuk memakai perhiasan cantik. Saat memilih cincin atau perhiasan untuk pemakaian sehari-hari, pastikan materialnya sesuai dengan kebutuhan kulitmu. Jika kamu memiliki riwayat alergi terhadap logam tertentu, jangan lupa mengonfirmasi komposisi material sebelum membeli.

 Biar kamu lebih tenang, V&Co Jewellery menghadirkan koleksi perhiasan hypoallergenic yang dirancang untuk membantu mengurangi risiko iritasi, sehingga kamu bisa tampil percaya diri dengan lebih nyaman. Yuk, temukan perhiasan yang sesuai dengan gaya dan kebutuhanmu melalui koleksi V&Co Jewellery. Karena perhiasan yang tepat bukan hanya mempercantik penampilan, tetapi juga membuatmu nyaman saat mengenakannya.

Ade Mutia

Recent Posts

Jenis Pengait Kalung dan Gelang: 8 Pilihan dan Cara Memilih yang Aman dan Nyaman

Saat memilih kalung atau gelang, perhatian biasanya tertuju pada liontin, batu, atau desain rantainya. Padahal,…

3 hari ago

Apakah Berlian Memiliki Nilai Jual Kembali? Pahami Hal yang Memengaruhinya

Banyak orang mengira membeli berlian itu seperti menabung emas batangan: nilainya pelan-pelan naik seiring waktu.…

5 hari ago

Mitos Warna Perhiasan: Benarkah Emas Muda Cepat Menghitam dan Pudar?

Baru beberapa bulan memakai cincin emas, tetapi warnanya mulai kusam atau muncul noda kehitaman? Wajar…

5 hari ago

Apakah Semua Cincin Bisa Diubah Ukurannya? Kenali Batasan Berdasarkan Desain dan Material

Punya cincin yang terasa terlalu sempit atau longgar? Mengubah ukurannya atau resize bisa menjadi salah…

1 minggu ago

Punya Perhiasan yang Jarang Dipakai? Begini Cara Menyimpannya agar Tetap Terjaga

Tidak semua perhiasan dibeli untuk dikenakan setiap hari. Ada cincin emas yang disimpan untuk momen…

2 minggu ago

Jenis-jenis Pengunci Anting: Mana yang Paling Aman agar Tidak Mudah Hilang?

Pernahkah kamu panik saat meraba telinga dan menyadari sebelah anting kesayanganmu hilang entah ke mana?…

3 minggu ago