Categories: Uncategorized

Mitos Warna Perhiasan: Benarkah Emas Muda Cepat Menghitam dan Pudar?

Baru beberapa bulan memakai cincin emas, tetapi warnanya mulai kusam atau muncul noda kehitaman? Wajar jika kamu bertanya-tanya apakah kualitas perhiasan tersebut kurang baik. Apalagi, perubahan warna sering dikaitkan dengan anggapan bahwa emas muda lebih mudah rusak.

Padahal, emas muda cepat menghitam tidak selalu berarti kualitas bahannya buruk. Perubahan tampilan bisa dipengaruhi oleh komposisi logam campuran, paparan zat tertentu, kotoran yang menempel, hingga lapisan permukaan yang mulai menipis.

Sebelum buru-buru menyalahkan kualitas emas, yuk, kenali penyebabnya dan cara merawat perhiasan agar kilaunya tetap terjaga.

Benarkah Emas Muda Lebih Cepat Menghitam?

Foto: V&Co Jewellery

Istilah emas muda umumnya digunakan untuk menyebut perhiasan dengan kadar emas lebih rendah, sedangkan emas tua merujuk pada perhiasan dengan kadar emas relatif lebih tinggi. Karena emas murni relatif lunak, baik emas muda maupun emas tua biasanya dicampur dengan logam lain agar lebih kuat dan mudah dibentuk menjadi berbagai desain perhiasan. Perbedaan kadar dan komposisi logam campuran inilah yang turut memengaruhi karakter serta warna perhiasan. 

Campuran tersebut disebut alloy atau logam paduan. Komposisinya bisa berbeda-beda, bergantung pada kadar dan warna emas yang ingin dihasilkan. Misalnya, tembaga dapat memberikan rona kemerahan pada emas, sedangkan campuran logam putih membantu menghasilkan warna emas putih.  

Emas murni relatif tahan terhadap oksidasi dalam kondisi sehari-hari. Namun, logam campuran pada perhiasan dapat bereaksi dengan lingkungan tertentu. Reaksi tersebut, bersama dengan penumpukan kotoran atau perubahan pada lapisan permukaan, bisa membuat perhiasan tampak kusam atau berubah warna.

Jadi, kadar emas memang dapat memengaruhi karakter perhiasan, tetapi perubahan warna saja tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa emas tersebut berkualitas buruk atau palsu.

4 Penyebab Emas Muda Cepat Menghitam atau Memudar

Foto: Pexels/Kaboompics

1. Reaksi logam campuran dengan keringat dan lingkungan

Salah satu penyebab perubahan warna adalah reaksi kimia pada logam campuran di permukaan perhiasan. Bergantung pada komposisinya, logam seperti tembaga atau perak dapat bereaksi dengan zat di lingkungan dan membentuk lapisan tipis yang mengubah tampilan permukaan.

Keringat, kelembapan, serta senyawa tertentu dari lingkungan dapat berkontribusi terhadap proses tersebut. Kondisi kulit setiap orang juga berbeda, sehingga perhiasan yang sama belum tentu mengalami perubahan warna dengan kecepatan yang sama.

Meski demikian, tidak semua noda hitam disebabkan oleh oksidasi. Terkadang, lapisan minyak, sisa sabun, atau produk perawatan tubuh hanya menumpuk di permukaan dan membuat perhiasan terlihat kusam.

2. Parfum, losion, dan bahan kimia harian

Parfum, losion, hand sanitizer, cairan pembersih rumah, serta bahan kimia tertentu dapat memengaruhi tampilan perhiasan. Paparan berulang dapat mempercepat penurunan kilau atau merusak lapisan pelindung pada perhiasan yang memilikinya.

Karena itu, sebaiknya kenakan perhiasan setelah parfum dan losion meresap ke kulit. Lepaskan cincin atau gelang sebelum membersihkan rumah, berenang di kolam berkaporit, atau melakukan aktivitas yang melibatkan bahan kimia kuat.

Langkah sederhana ini membantu mengurangi kontak langsung antara perhiasan dan zat yang berpotensi mengganggu permukaannya.

3. Lapisan rhodium mulai menipis

Jika perhiasanmu berupa emas putih, perubahan warna bisa terjadi karena lapisan rhodium mulai menipis.

Emas putih dibuat dari emas yang dicampur dengan logam lain. Untuk memperoleh tampilan putih cerah, perhiasan ini umumnya dilapisi rhodium, yaitu logam berwarna putih keperakan yang memberikan kilau khas.

Seiring pemakaian, lapisan tersebut dapat terkikis akibat gesekan, kontak dengan permukaan lain, dan aktivitas sehari-hari. Ketika lapisan mulai menipis, rona asli logam di bawahnya bisa terlihat sehingga perhiasan tampak lebih kekuningan atau kurang berkilau. 

Perubahan seperti ini tidak otomatis menunjukkan bahwa emasnya rusak. Bisa jadi, perhiasan hanya membutuhkan pembersihan profesional atau pelapisan ulang, tergantung kondisi permukaannya.

4. Kotoran dan cara penyimpanan yang kurang tepat

Debu, minyak kulit, sisa sabun, dan kosmetik bisa menumpuk di sela-sela cincin atau bagian belakang perhiasan. Penumpukan ini dapat mengurangi pantulan cahaya sehingga emas terlihat lebih kusam.

Menyimpan perhiasan di tempat lembap atau membiarkannya bersentuhan dengan perhiasan lain juga dapat meningkatkan risiko goresan dan paparan zat dari lingkungan.

Karena itu, sebelum menyimpulkan bahwa warna emas telah berubah secara permanen, periksa terlebih dahulu apakah permukaannya hanya kotor atau memang membutuhkan perawatan profesional.

Cara Merawat Cincin Emas Muda agar Tetap Berkilau

Foto via Tom’s Guide

Kamu tidak perlu melakukan perawatan yang rumit untuk menjaga tampilan perhiasan. Beberapa kebiasaan berikut bisa membantu:

1. Bersihkan dengan lembut

Gunakan air hangat dan sabun lembut, lalu bersihkan menggunakan kain atau sikat berbulu halus jika sesuai dengan jenis perhiasannya. Bilas hingga bersih dan keringkan dengan kain lembut. Jika terdapat batu permata, perekat, atau detail yang rentan, tanyakan metode pembersihan yang aman kepada ahli perhiasan.

2. Hindari paparan bahan kimia kuat

Lepaskan perhiasan sebelum menggunakan cairan pembersih, berenang di kolam berkaporit, atau melakukan aktivitas yang membuatnya banyak berkeringat.

3. Gunakan perhiasan setelah produk perawatan tubuh

Tunggu hingga parfum, losion, dan produk perawatan kulit mengering sebelum memakai cincin atau kalung.

4. Simpan di tempat kering

Letakkan perhiasan dalam kotak atau kantong terpisah untuk mengurangi gesekan dan goresan. Hindari menyimpannya di kamar mandi yang lembap.

5. Jangan sembarang menggunakan bahan abrasif

Pasta gigi, bubuk pembersih, dan bahan penggosok kasar berisiko menimbulkan goresan atau merusak lapisan permukaan. Jika perhiasan tidak kembali berkilau setelah dibersihkan dengan lembut, konsultasikan kepada ahli perhiasan.

Perlu diingat, pembersihan rutin dapat mengangkat kotoran, tetapi tidak dapat menggantikan lapisan rhodium yang sudah menipis.

Kapan Perhiasan Membutuhkan Pelapisan Ulang Rhodium?

Foto: Cincin CCS0217 V&Co Jewellery

Jika cincin emas putih mulai terlihat kekuningan, memiliki kilau yang tidak merata, atau tampak kusam meski sudah dibersihkan, kamu bisa mempertimbangkan pemeriksaan di butik perhiasan.

Salah satu perawatan yang dapat dilakukan adalah re-rhodium atau re-dipping, yaitu proses pelapisan ulang rhodium pada perhiasan yang memang menggunakan lapisan tersebut. Sebelum proses dilakukan, ahli perhiasan perlu memeriksa kondisi permukaan, goresan, serta keamanan batu yang terpasang.

Pelapisan ulang membantu mengembalikan tampilan putih cerah pada emas putih, tetapi bukan berarti semua perhiasan yang menghitam harus langsung dilapisi rhodium. Jika masalahnya hanya berupa kotoran, pembersihan mungkin sudah cukup. Sementara itu, emas kuning yang berubah warna belum tentu cocok atau membutuhkan perawatan rhodium.

Kembalikan Kilau Perhiasanmu di V&Co Jewellery

Foto: Cincin WR0475 V&Co Jewellery

Perhiasan yang mulai kehilangan kilau tidak selalu harus diganti dengan yang baru. Jika kamu memiliki cincin emas putih yang lapisannya mulai menipis, V&Co Jewellery menyediakan layanan perawatan berupa pelapisan ulang rhodium untuk membantu mengembalikan tampilan putih cerahnya. 

Sebelum datang, konsultasikan kondisi perhiasanmu kepada tim V&Co untuk memastikan jenis perawatan yang sesuai, termasuk ketersediaan layanan, ketentuan, dan biaya yang berlaku.

Kilau Terjaga Berawal dari Perawatan yang Tepat

Emas muda yang tampak kusam atau menghitam tidak selalu menandakan kualitas yang buruk. Perubahan warna dapat dipengaruhi oleh reaksi logam campuran, paparan bahan kimia, penumpukan kotoran, atau menipisnya lapisan rhodium pada emas putih.

Dengan memahami penyebabnya, kamu bisa memilih perawatan yang tepat tanpa buru-buru mengganti perhiasan kesayangan. Perhiasan yang terawat bukan berarti tidak pernah berubah tampilan, melainkan mendapatkan perawatan yang sesuai dengan material dan kondisinya.

Ade Mutia

Recent Posts

Jenis Pengait Kalung dan Gelang: 8 Pilihan dan Cara Memilih yang Aman dan Nyaman

Saat memilih kalung atau gelang, perhatian biasanya tertuju pada liontin, batu, atau desain rantainya. Padahal,…

5 jam ago

Apakah Berlian Memiliki Nilai Jual Kembali? Pahami Hal yang Memengaruhinya

Banyak orang mengira membeli berlian itu seperti menabung emas batangan: nilainya pelan-pelan naik seiring waktu.…

2 hari ago

Apakah Semua Cincin Bisa Diubah Ukurannya? Kenali Batasan Berdasarkan Desain dan Material

Punya cincin yang terasa terlalu sempit atau longgar? Mengubah ukurannya atau resize bisa menjadi salah…

5 hari ago

Punya Perhiasan yang Jarang Dipakai? Begini Cara Menyimpannya agar Tetap Terjaga

Tidak semua perhiasan dibeli untuk dikenakan setiap hari. Ada cincin emas yang disimpan untuk momen…

2 minggu ago

Jenis-jenis Pengunci Anting: Mana yang Paling Aman agar Tidak Mudah Hilang?

Pernahkah kamu panik saat meraba telinga dan menyadari sebelah anting kesayanganmu hilang entah ke mana?…

2 minggu ago

Hidden Halo Ring: Kenali Plus Minus, Tampilan dan Cara Perawatannya Sebelum Membeli

Dari depan, cincin ini mungkin terlihat seperti model solitaire yang sederhana. Namun, ketika tangan sedikit…

2 minggu ago