investasi logam emas

Penganekaragaman Investasi dengan Logam Mulia

Dear, meragamkan investasi itu sangat penting dilakukan untuk meminimalkan resiko, lho. Salah satu caranya adalah melakukan diversifikasi atau penganekaragaman investasi dengan logam mulia.

Sejak berabad-abad lalu, logam mulia seperti Emas dan Perak telah menjadi simbol kekayaan. Hingga hari ini pun, logam mulia menempati posisi khusus dalam portofolio para investor dunia. Namun, tahukah kamu bahwa harga logam mulia di pasar bisa naik dan turun dengan tajam? Juga bahwa logam mulia tidak hanya berupa emas atau perak? Kamu harus kenali ragam logam-logam mulia untuk untuk mengetahui mana yang paling cocok untuk dikoleksi dalam portofolio investasimu.

Investasi Logam Mulia

investasi logam mulia

Logam mulia adalah elemen kimia logam yang terjadi secara alamiah dan tergolong langka, serta memiliki nilai ekonomis tinggi. Harga logam mulia biasanya ditentukan oleh permintaan yang tinggi atau nilai pasarnya. Apabila ditemukan lokasi tambang baru atau teknologi pemrosesan yang lebih efisien, maka harganya bisa berubah secara signifikan.

Logam mulia juga biasanya berkilau, serta seringkali digunakan sebagai mata uang di masa lalu. Saat ini, logam-logam mulia itu seringkali tidak hanya digunakan sebagai bahan baku perhiasan, melainkan juga sebagai bahan baku industri dan peralatan medis. Di antara logam mulia ini, yang paling banyak menjadi incaran para investor adalah emas, perak, platinum dan paladium. Logam-logam mulia tersebut biasanya dijual dalam bentuk bullion dan diperdagangkan di pasar komoditas. Selain keempat jenis logam tadi, juga terdapat logam mulia lain seperti rhodium, osmium, rhenium, ruthenium dan lain-lain yang kurang populer sebagai aset investasi.

Sebelum beranjak terlalu jauh, yuk, kita kenali macam-macam logam mulia yang bisa dijadikan aset investasi. Simak penjelasannya di bawah ini, ya.

1 Emas

Emas adalah “raja” logam mulia dan dikenal sebagai safe haven di masa-masa gejolak ekonomi dan politik. Keunikan emas juga terletak pada karakternya yang awet (tidak berkarat), mudah ditempa dan merupakan konduktor panas dan listrik. Karena itu, ia menjadi komoditas multifungsi, digunakan baik pada alat-alat medis, elektronik, perhiasan, atau bahkan basis mata uang.

Harga emas berfluktuasi 24 jam sehari, hampir tujuh hari dalam seminggu, sejalan dengan pergerakan pasar. Perdagangan emas saat ini lebih condong pada sentimen pasar dibanding hukum permintaan dan penawaran. Menurut investopedia, hal ini dikarenakan suplai baru dari tambang jauh lebih rendah dibanding emas yang ditimbun oleh masyarakat. Sederhananya, ketika masyarakat yang memegang emas berkeinginan untuk menjual, maka harga emas akan jatuh. Ketika mereka ingin membeli, maka suplai baru dari tambang akan segera terbeli dan harga emas pun meningkat.

Sejumlah faktor menjadi bagian dari pertimbangan dasar fundamental perdagangan emas:

  • Kondisi finansial terkini

Ketika kondisi finansial dinilai kurang stabil, atau kondisi politik dipertanyakan, emas akan diincar oleh banyak orang sebagai penyimpan kekayaan universal.

  • Inflasi

Ketika imbal hasil saham, obligasi, atau aset sejenisnya dinilai minim atau malah negatif, maka masyarakat akan mengejar emas sebagai aset untuk mempertahankan nilai kekayaan yang mereka punya.

  • Perang atau konflik geopolitik

Perang atau konflik geopolitik acapkali membuat orang menimbun emas, dibanding mata uang yang nilainya bisa menjadi tidak jelas. Seluruh kekayaan keluarga bisa dialihkan ke emas, dan selanjutnya emas itu bisa ditukarkan dengan kebutuhan hidup atau biaya mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

2 Perak

Fluktuasi harga perak sebenarnya lebih besar dibanding emas meski nilainya secara nominal bisa jadi lebih rendah. Ini karena selain sebagai penyimpan nilai, perak juga memiliki peran besar di bidang industri, di antaranya dalam pembuatan panel sel surya, baterai, alat medis, pemurnian air, fotografi, alat elektronik, bahkan juga sebagai katalis dalam reaksi oksidasi produksi bahan-bahan kimia penting.

Oleh karena itu, meski permintaan perak sebagai aset investasi cukup tinggi, tetapi permintaan perak sebagai bahan baku industri juga berdampak besar terhadap harganya. Meningkatnya kelas menengah di Asia yang melejitkan permintaan akan barang elektronik, misalnya, mendorong permintaan akan perak sekaligus harganya naik. Sejumlah analisis bahkan menilai bahwa investasi perak bisa jadi lebih menguntungkan ketimbang emas karena propertinya yang sangat dibutuhkan oleh industri.

3 Platinum

Dibandingkan dengan emas dan perak yang telah dikenal sejak jaman kuno sebagai logam mulia, platinum tergolong baru-baru ini saja masuk ke jajaran logam mulia. Namun demikian, harga platinum biasanya lebih tinggi ketimbang saudaranya, emas maupun perak. Ini karena platinum lebih langka dan jarang ditemukan, padahal ia juga sangat dibutuhkan sebagai bahan baku industri otomotif dan perhiasan.

Faktor lain yang juga penting mengenai platinum adalah konsentrasi tambangnya hanya di dua negara yaitu Afrika Selatan dan Rusia. Ini menjadikan harga platinum rentan akan manipulasi harga ala kartel. Karenanya juga, harga platinum bisa jadi sangat volatile. Platinum kerap disebut emas putih, tetapi emas putih tidak selalu platinum, jadi fundamental harganya pun berbeda.

4 Paladium

Paladium bisa digunakan sebagai substitusi platinum meski sering dianggap lebih inferior. Berbeda dengan logam mulia lainnya yang didukung oleh permintaan akan perhiasan, permintaan utama paladium adalah sebagai pemenuh kebutuhan industri. Sebagaimana platinum, deposit paladium di dunia juga amat langka, tercatat hanya ditemukan dalam jumlah signifikan di Afrika Selatan, Amerika Serikat, Kanada dan Rusia. Terbatasnya suplai Paladium padahal kebutuhannya tinggi membuat banyak investor tertatik pada logam mulia yang satu ini. Harga paladium juga biasanya lebih mahal ketimbang emas atau perak.

Keanekaragaman Portofolio dengan Logam Mulia

investasi logam mulia

Logam-logam mulia menawarkan perlindungan unik dari inflasi berkat nilai instrinsiknya yang tinggi (berbeda dengan surat-surat berharga seperti saham atu obligasi) dan persediannya yang terbatas. Logam mulia juga bisa dijadikan asuransi di tengah kondisi ekonomi atau geopolitik buruk. Dalam jangka pendek, harga logam mulia memang bisa naik turun. Tetapi dalam jangka panjang selain kebal inflasi juga cenderung menunjukkan tren meningkat meski unsur inflasi telah dikecualikan.

Dilihat dari aspek investasi, logam mulia berdiri di posisi berlawanan dengan aset lain seperti saham, obligasi atau valas. Ini berarti, dengan memasukkan logam mulia dalam komposisi portofolio maka investor bisa mengurangi resiko dan volatilitas. Saat investasi logam mulia pun relatif lebih mudah untuk dicairkan dibanding aset tidak bergerak seperti properti.

Cara untuk memasukkan logam mulia dalam portofolio pun bermacam-macam. Sayangnya, sejumlah cara ini hanya bisa diakses oleh investor asing bermodal besar, di antaranya:

1 ETF Komoditas

Exchange Traded Funds (ETF) bisa ditemukan di pasar komoditas internasional, seperti London Stock Exchange (LSE).

2 Saham perusahaan tambang logam mulia

Perusahaan tambang logam mulia ada di hampir semua negara, khususnya negara-negara kaya sumber daya alam. Di Indonesia, perusahaan bidang tambang logam mulia di Bursa Efek antara lain Aneka Tambang (ANTAM) dan J Resources Asia Pasific (PSAB).

3 Futures dan option

Perdagangan berjangka di aset derivatif seperti ini menawarkan perdagangan logam mulia dengan leverage tinggi, sehingga meski potensi profit besar tetapi resiko juga tidak kalah besar.

4 Barang fisik

Untuk mendapatkan logam mulia langka seperti paladium atau platinum dalam bentuk fisik di Indonesia akan sulit. Namun demikian, emas dan perak dalam bentuk batangan maupun koin bisa dibeli dengan mudah dan semakin ramai diperdagangkan. Banyak yang menggunakannya sebagai agunan dalam skema gadai emas, simpanan hari tua, simpanan haji, maupun warisan masa depan bagi anak dan cucu.

Di samping keempat cara itu, bagi kamu yang menyukai tantang resiko tinggi juga bisa memanfaatkan derivatof komoditas logam mulia dalam bentuk perdagangan CFD (Contract for Difference) yang baisanya difasilitasi oleh broker-broker yang sama dengan broker forex. CFD komoditas logam mulia bisa dikenali dengan simbol XAU untuk emas, XAG untuk perak, XPT untuk platinum dan XPD untuk paladium.

Fungsi Berbagai Logam Mulia

Logam mulia juga banyak memiliki fungsi, beberapa jenis investasi logam mulia memiliki sifat konduktif yang sangat bagus karena itu sangat cocok sebagai pelapis maupun menjadi bahan yang memerlukan sifat konduktor listrik.

Tembaga adalah pilihan logam yang bagus untuk hal tersebut, namun investasi logam mulia yang paling bagus adalah perak. Selain itu logam mulia banyak difungsikan juga sebagai bahan mata uang di berbagai negara, seperti emas dan perak.

Beberapa fungsi logam yang adalah sebagai pelapis yang kuat, seperti rhodium yang dapat difungsikan sebagai lapisan pelindung berbagai perhiasan dari bahan logam mulia yang lain. Tidak hanya karena strukturnya sangat kuat, rhodium sendiri juga dapat memancarkan cahaya yang berkilau indah yang dapat membuat perhiasan semakin terlihat cantik. Logam yang satu ini dapat membuat barang yang dilapisinya menjadi lebih awet serta tidak mudah tergores.

Hal-hal yang Mempengaruhi Harga Logam Mulia

Harga logam mulia yang naik turun tidak terjadi begitu saja, melainkan ada banyak faktor yang mempengaruhinya. Sebelum kamu memutuskan untuk berinvestasi logam mulia, ada baiknya kamu memahami hal-hal yang mempengaruhi harga logam mulia di bawah ini, ya.

1 Supply and Demand

Kebanyakan orang akan terkejut waktu mengetahui jika ternyata yang memengaruhi harga emas sekarang itu sesederhana keseimbangan antara permintaan pasar dan jumlah yang ada? Ini adalah salah satu faktor utama dan terpenting yang memengaruhi harga emas.

Jika permintaan pasar tinggi dengan jumlah emas yang dipasarkan sedikit, tentu harganya akan melambung. Ini berlaku sebaliknya, saat pasar lesu dan rupanya jumlah emas yang diproduksi melebihi permintaan, maka emas pun akan turun harganya. Jadi, harus bisa melihat tren terlebih dahulu, sebelum mulai membeli emas. Akan rugi nantinya jika membeli di saat harga emas sedang mahal-mahalnya.

Krisis Global

Tidak seperti di abad pertengahan, di mana semua harga emas mulia yang ada di sebuah negara hanya dipengaruhi oleh isu internal, sekarang semua negara terhubung dikarenakan globalisasi dan pasar global. Dahulu, mungkin yang memengaruhi harga di Indonesia itu hanya kebijakan raja atau persediaan di kerajaan, tetapi sekarang ketika krisis melanda benua lain, Indonesia pun akan terkena dampaknya walau secara tidak langsung.

Nilai Dollar Amerika (USD)

Salah satu faktor yang memengaruhi harga emas sekarang adalah nilai tukar Dollar Amerika terhadap mata uang Rupiah. Sejak dulu emas dan Dollar memiliki hubungan terbalik. Atau bagi yang sedang bingung, katakanlah emas dan Rupiah punya hubungan yang berbanding lurus.

Semua emas di dunia diberi harga dengan Dollar, karena Dollar pun dianggap sebagai salah satu mata uang paling stabil di dunia. Apakah kita harus membeli emas saat kurs Dollar menjadi semakin murah? Jawabannya salah ternyata harga emas semakin murah kalau nilai tukar Dollar naik dan semakin mahal kalau nilai tukar dollar turun.

Inflasi

Inflasi itu tidak selalu semengerikan seperti yang pernah terjadi pada tahun 1998. Inflasi adalah sebuah hal wajar yang selalu terjadi di setiap negara dan bisa dijadikan tolak ukur kemampuan beli setiap keluarga di sebuah negara. Saat terjadi inflasi, maka harga barang-barang di suatu negara akan naik, begitu pula dengan harga emas.

Akan tetapi, apakah artinya setiap tahun Indonesia selalu mengalami inflasi? Jawabannya tidak juga. Hanya saja belakangan ini memang Indonesia mengalaminya. Bukan berarti Indonesia tengah mengalami krisis. Selama tingkat inflasi masih rendah, itu artinya harga akan naik tapi tidak signifikan. Mengalami inflasi juga berarti harga emas sekarang terus naik, walau dalam tingkat yang rendah.

Bencana Alam

Sayang seribu sayang, tapi memang Indonesia adalah salah satu negara yang paling rawan bencana di dunia. Tidak hanya kondisi ini memengaruhi bentuk bangunan, ternyata kondisi ini memengaruhi harga emas. Sekali lagi, ini dikarenakan orang-orang masih menganggap jika emas adalah salah satu bentuk investasi yang paling aman.

Sebenarnya hal-hal yang mempengaruhi harga logam mulia sekarang tidak hanya ini, melainkan banyak faktor lain baik yang berskala regional, nasional ataupun global. Akan tetapi, 5 hal ini adalah faktor yang paling sering memengaruhi harga investasi logam mulia di Indonesia dan memiliki dampak besar.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.