Foto via instagram/liangyuanwedding
Bagi masyarakat Tionghoa, pernikahan bukan hanya tentang kesiapan mental dan finansial, tetapi juga tentang keselarasan energi. Memilih tanggal pernikahan tidak bisa dilakukan sembarangan atau sekadar mencari akhir pekan yang kosong. Ada kepercayaan bahwa pemilihan waktu yang tepat atau yang sering disebut sebagai “Hari Baik Pernikahan”, dapat membuka pintu rezeki, keharmonisan, dan kebahagiaan bagi pasangan.
Mungkin kamu bertanya-tanya, bagaimana sebenarnya mekanisme di balik penentuan tanggal yang penuh rahasia ini? Mari kita bedah secara detail namun sederhana berdasarkan prinsip Fengshui dan Astrologi Tionghoa.
Dalam tradisi Tionghoa, setiap individu lahir dengan membawa garis energi unik yang disebut Bazi, atau secara harfiah berarti “Delapan Karakter”. Fondasi utama dalam menentukan hari baik pernikahan bukan hanya melihat kalender umum, melainkan melakukan analisis mendalam terhadap Empat Pilar Nasib (Jam, Tanggal, Bulan, dan Tahun lahir) dari kedua calon mempelai.
Pakar Fengshui akan membedah interaksi antara elemen-elemen ini untuk memastikan bahwa hari yang dipilih memiliki resonansi frekuensi yang sama dengan energi personal kamu dan pasangan.
Aturan paling krusial dan mendasar dalam analisis Bazi adalah memastikan hari pernikahan tidak berada dalam posisi “Ciong” atau benturan. Dalam zodiak Tionghoa, setiap Shio memiliki pasangan yang bertolak belakang (Opposite Signs).
Bazi setiap orang terdiri dari lima elemen dasar: Kayu, Api, Tanah, Logam, dan Air. Pernikahan yang ideal diharapkan mampu memberikan energi tambahan atau penyeimbang (balancing energy) bagi pasangan.
Dengan melakukan analisis Bazi yang mendalam, kamu bukan sekadar memilih tanggal di atas kertas, melainkan sedang menanam benih keberuntungan agar perjalanan hidup baru dimulai dengan pondasi energi yang paling stabil dan penuh berkah.
Dalam tradisi Tionghoa, banyak pasangan memilih tanggal pernikahan dengan melihat Tong Shu, yaitu kalender tradisional yang sudah digunakan selama ribuan tahun sebagai panduan menentukan hari baik untuk berbagai aktivitas penting. Mulai dari membuka usaha, pindah rumah, hingga menikah, semuanya bisa dirujuk melalui perhitungan di dalam kitab ini.
Di dalam Tong Shu, setiap hari tidak dianggap sama. Ada sistem yang membagi hari ke dalam 12 kategori yang disebut “12 Petugas” (12 Officers). Masing-masing kategori memiliki makna dan energi yang berbeda, sehingga ada hari yang dianggap sangat baik untuk memulai sesuatu, ada juga yang sebaiknya dihindari.
Beberapa kategori yang sering dipilih untuk pernikahan antara lain:
Dengan memahami makna setiap kategori hari dalam Tong Shu, pasangan bisa merasa lebih mantap dan tenang dalam menentukan tanggal pernikahan yang dianggap membawa energi baik untuk kehidupan bersama.
Dalam filosofi Tionghoa, segala sesuatu di alam semesta harus seimbang antara Yin (energi dingin, gelap, pasif) dan Yang (energi hangat, terang, aktif). Pernikahan adalah peristiwa Yang—sebuah perayaan cahaya, sukacita, dan awal kehidupan baru. Oleh karena itu, tradisi sangat menyarankan untuk menghindari waktu-waktu yang memiliki energi Yin terlalu kuat agar tidak “meredupkan” kebahagiaan pasangan.
Berikut adalah beberapa periode yang sebaiknya kamu hindari saat menentukan tanggal pernikahan:
Biasanya jatuh pada bulan ke-7 penanggalan Lunar. Menurut kepercayaan, pada periode ini “pintu dunia bawah” terbuka, sehingga energi di bumi menjadi sangat sensitif. Masyarakat Tionghoa percaya bahwa menggelar perayaan besar seperti pernikahan di bulan ini dapat mengundang perhatian energi negatif yang tidak diinginkan. Untuk menjaga kekhidmatan dan ketenangan rumah tangga, pasangan biasanya memilih untuk menunggu hingga bulan ini berlalu sebelum melangsungkan pesta.
Bulan April biasanya identik dengan tradisi Ceng Beng atau ziarah kubur. Ini adalah masa di mana keluarga berkumpul untuk menghormati dan mendoakan para leluhur yang telah tiada. Fokus energi pada bulan ini adalah pada bakti (Filial Piety) dan kenangan yang sifatnya tenang dan syahdu (Yin). Mengadakan pesta pernikahan yang meriah di tengah suasana refleksi ini dianggap kurang elok secara etika dan dapat menciptakan tabrakan energi. Tradisi mengajarkan kita untuk mendahulukan penghormatan sebelum merayakan kebahagiaan pribadi.
Mungkin kamu pernah mendengar tentang tanggal lunar 3, 7, 13, 18, 22, dan 27. Dalam legenda kuno, ada tiga gadis cantik bernama San Niang yang tidak bisa menikah karena tidak mendapat restu dari Dewa Pernikahan (Yue Lao). Konon, sebagai bentuk protes, mereka bersumpah untuk menggoda atau mengganggu keharmonisan pasangan yang menikah pada tanggal-tanggal tersebut. Meski terdengar seperti mitos, hingga kini banyak pasangan yang memilih untuk “bermain aman” dengan menghindari tanggal ini demi ketenangan batin dan harmoni keluarga.
Bagi masyarakat Tionghoa, angka bukanlah sekadar urutan hitungan. Setiap angka dipercaya memiliki “getaran” atau energi yang dapat memengaruhi nasib. Dalam pernikahan, angka adalah simbol doa yang diwujudkan secara numerik. Prinsip utamanya sederhana: harmoni dalam berpasangan. Karena pernikahan adalah penyatuan dua orang, maka segala sesuatu yang bersifat genap sangatlah diutamakan.
Berikut adalah beberapa angka yang memegang peranan penting dalam hari bahagia kamu:
Mungkin kamu sering melihat simbol Shuang Xi (Double Happiness) di dekorasi pernikahan. Simbol ini adalah perwujudan dari angka genap. Angka genap melambangkan bahwa tidak ada seorang pun yang sendirian; selalu ada pendamping, keseimbangan, dan harmoni. Inilah alasan mengapa jumlah baki seserahan Sangjit atau jumlah perhiasan dalam kotak seserahan selalu disarankan dalam hitungan genap.
Angka 8 (Ba) adalah primadona dalam budaya Tionghoa. Bentuknya yang melingkar dan menyambung tanpa ujung menyerupai simbol infinity (tak terhingga). Memilih tanggal yang mengandung angka 8 dipercaya akan membawa keberuntungan dan aliran rezeki yang tidak pernah putus bagi rumah tangga baru. Angka ini adalah doa agar cinta dan kemakmuran kamu selalu berputar dan berkembang tanpa menemui jalan buntu.
Dalam bahasa Mandarin, angka 9 (Jiu) memiliki pelafalan yang sama dengan kata yang berarti “lama” atau “kekal”. Angka ini sangat sakral untuk pernikahan karena melambangkan harapan agar hubungan kamu panjang umur, setia hingga akhir hayat, dan abadi. Menggelar pernikahan pada tanggal 9 atau jam yang mengandung angka 9 adalah bentuk harapan agar kasih sayang di antara pasangan tetap “awet” melintasi zaman.
Salah satu pantangan yang paling kuat dipegang adalah menghindari angka 4. Hal ini disebabkan oleh pelafalannya dalam bahasa Mandarin (Si) yang terdengar sangat mirip dengan kata “mati”. Demi menjaga psikologis dan energi sukacita di hari pernikahan, angka 4 sebisa mungkin dihindari, baik dalam penentuan tanggal, pemilihan lantai gedung, hingga jumlah barang di dalam baki hantaran. Menghindari angka ini adalah bentuk kehati-hatian agar awal hidup baru kamu bersih dari simbol-simbol yang bermakna kurang baik.
Memasuki tahun 2026, penentuan hari pernikahan sebaiknya dipersiapkan sejak dini agar mendapatkan energi yang selaras. Berdasarkan kalender Tong Shu dan prinsip Fengshui, berikut adalah beberapa tanggal yang dianggap membawa keberuntungan (Ji Ri) untuk menggelar pernikahan di tahun 2026:
Catatan: Tanggal di atas bersifat umum. Untuk hasil yang lebih presisi, sangat disarankan bagi kamu untuk berkonsultasi lebih lanjut guna menyesuaikan tanggal dengan Shio dan jam lahir spesifik pasangan.
Setelah mendapatkan beberapa opsi tanggal baik dari pakar Fengshui, langkah selanjutnya adalah meresmikannya dalam prosesi Tingjing. Di momen inilah keluarga pria secara resmi menyampaikan tanggal yang telah dipilih kepada keluarga wanita. Sebagai pelengkap keselarasan energi, pemilihan perhiasan juga memegang peranan penting. Jika hari pernikahan kamu jatuh pada unsur yang membutuhkan penguatan elemen Logam, menggunakan cincin emas putih atau berlian dengan kualitas terbaik adalah pilihan yang sangat harmonis secara Fengshui.
Sempurnakan Hari Baikmu dengan V&Co Jewellery
Hari yang baik layak dirayakan dengan perhiasan yang abadi. V&Co Jewellery menghadirkan koleksi cincin tunangan dan cincin nikah dengan sertifikasi GIA yang menjamin kemurnian dan kualitasnya. Setiap desain kami diciptakan untuk menjadi simbol keberuntungan yang akan menemani perjalanan cinta kamu dari hari baik hingga selamanya. Jadikan setiap detik di hari pilihan tersebut bersinar lebih terang. Karena bagi kami, kamu dan pasangan layak mendapatkan awal yang paling sempurna.
***
Cover | Foto via instagram/liangyuanwedding
Dalam rangkaian pernikahan adat Tionghoa, perjalanan menuju pelaminan tidak hanya tentang hari resepsi. Ada dua…
Memilih cincin berlian bukan sekadar soal tampilan yang indah. Lebih dari itu, cincin adalah simbol…
Februari selalu punya cara unik untuk membuat suasana kota terasa lebih hangat. Di antara aroma…
Hari Valentine 2026 sudah di depan mata, dan atmosfer kasih sayang mulai terasa lebih kental…
Hari Valentine bukan sekadar tentang bertukar kartu ucapan atau makan malam romantis di bawah cahaya…
Momen pertunangan bukan sekadar upacara tukar cincin; ia adalah sebuah langkah besar menuju kehidupan baru…