Tips Memilih Berlian untuk Cincin

Saat memilih cincin yang sesuai, kamu mungkin termasuk orang yang senang dengan model atau gaya cincin yang glamor dan elegan. Maka dari itu, pemberian berlian pada cincin menjadi salah satu model yang bisa jadi rekomendasi. Namun, kamu harus memahami cara untuk memilih berlian yang pas untuk cincin. Berikut caranya.

6 Tips Memilih Berlian untuk Cincin

  1. Cek Warna

    Diamond Color Explained - How to Get the Biggest Bang for Your Buck!
    Siapa sangka ternyata tips memilih berlian untuk cincin bisa dilihat dari segi warnanya. Sebab, warna menentukan harga dan juga keindahannya. Maka dari itu, warna berlian merupakan faktor utama di saat kita sedang  memilih berlian. Perlu kamu ketahui bahwa berlian sebenarnya muncul dari karbon yang mengalami proses pemampatan hingga akhirnya mengeras.

    Proses ini akhirnya menghasilkan batu keras yang berwarna kering. Namun seiring dengan prosesnya kerap kali ada zat-zat lain yang muncul sehingga membuatnya menjadi warna. Misalnya ketika ada zat nitrogen akhirnya membuat warna berlian menjadi sedikit agak kekuningan.

    Maka tak heran jika berlian yang benar-benar bersih tanpa warna termasuk ke dalam jenis berlian yang langka. Bila dilihat dari standar yang dibuat oleh Gemological Institute of America atau GIA, warna berlian dibagi skalanya mulai dari D sampai Z. Lembaga internasional yang dipercaya untuk menganalisis kualitas berlian ini menggolongkan berlian yang paling sedikit jejak warnanya ke dalam skala D.

    Sementara berlian yang masih tampak banyak warnanya akan masuk ke dalam Z. Dengan kata lain semakin banyak warna yang ikut ke dalam berlian maka kualitasnya akan semakin menurun. Tentu hal ini wajib diperhatikan sebagai tips memilih berlian untuk cincin. Lalu, bagaimana caranya agar bisa melihat warna dari berlian tersebut?

    Sebagai awam kamu mungkin tak bisa melihat secara jelas jejak warna yang dimaksud. Kamu membutuhkan alat khusus yang bisa memperbesar ukuran berlian. Dengan begitu, kamu jadi bisa melihat dan menentukan kualitas dari berlian tersebut. Maka dari itu, GIA menjadi ukuran atau standar internasional yang dipercaya untuk mengukur kualitas berlian.

    Namun, kamu pasti pernah melihat berlian yang memang ada warnanya. Tentu saja hal ini berbeda karena ada standarnya sendiri. Bila berlian memiliki warna akan masuk ke dalam kelompok Fancy Color Diamond. Tentu saja parameter untuk mengukur kualitas berlian ini akan berbeda dengan yang memiliki warna bening.

  2. Kandungan Berlian

    Setelah warna, kamu juga harus mengetahui tingkat atau kandungan dari berlian itu sendiri. Untuk menghitungnya, kamu tak bisa hanya mengukur berdasarkan volume tetapi dari berat. Dalam hal ini satuan pengukur kandungan berlian disebut dengan karat. Memang mirip dengan pengukuran kandungan emas.

    Tapi ukuran karat di sini cukup berbeda dengan ukuran pada emas. Bila pada emas, karat merupakan penunjuk dari tingkat kemurnian sebuah perhiasan. Misalnya ada perhiasan senilai 24 karat. Artinya perhiasan tersebut terdiri dari emas murni.

    Sementara pada berlian, tingkat karat dilihat dari beratnya. Semakin besar bentuk berlian maka akan semakin tinggi karatnya. Tentu hal ini juga akan bersamaan dengan harganya yang semakin tinggi. Namun tentu tidak hanya dilihat beratnya saja. Ada faktor lainnya yang mungkin harus diperhatikan seperti warna yang sudah dijelaskan di atas.

    Berlian untuk fashion memang pada dasarnya tidak akan terlalu besar ukurannya sehingga karatnya akan kecil. Biasanya berlian dengan ukuran 0,5 karat ke atas adalah berlian yang cocok untuk dijadikan investasi. Tentu saja akan terasa aneh bila memilih berlian yang terlalu besar untuk cincin.

  3. Kejernihan Berlian

    Batu mulia yang terbaik adalah yang paling jernih. Berlian pastinya tidak luput dari cacat atau noda lain yang dapat memberi pengaruh terhadap tingkat kejernihan dari berlian. Cacat ini biasanya berbentuk goresan, titik atau bentuknya seperti gelembung air. Tingkat kejernihan ini ditentukan dari besarnya cacat.

    Pastinya semakin besar cacat akan semakin besar pula harganya akan turun. Letak cacat inilah yang kemudian menentukan grade atau level dari berlian. GIA sendiri sudah membuat standar mengenai tingkat kejernihan dari sebuah berlian. Tingkat yang paling tinggi adalah FL atau Flawless. Dalam tingkatan ini, tidak ada kecacatan yang dimiliki oleh berlian.

    Grade berikutnya adalah Internally Flawless atau IF. Dalam grade ini, berlian memang tidak memiliki cacat pada bagian dalam. Tetapi ada tanda di bagian luar berlian yang hanya bisa dilihat dengan alat khusus. Level di bawahnya adalah VVS atau Very Very Slightly Included. Dalam level ini ada cacat di bagian dalam berlian yang hanya bisa dilihat memakai teropong berlian.

    Berikutnya adalah Included yang merupakan tingkatan terendah. Level cacat pada berlian ini mudah dilihat memakai kaca pembesar atau cacatnya dalam jumlah banyak sehingga akan mudah jika dilihat dengan mata telanjang.

  4. Memiliki Sertifikat
    Serba-Serbi Sertifikasi Berlian yang Sebaiknya Anda Ketahui

    Pastinya semua unsur dari berlian yang sudah diteliti oleh GIA akan dituangkan dalam sertifikat. Maka sebelum memilih berlian untuk cincin, ada baiknya kamu mengecek sertifikat yang dimiliki oleh ebrlian tersebut. Mengapa sertifikat begitu penting? Sebagai orang awam tentu akan sulit bagi kamu untuk membedakan mana berlian dengan kualitas yang bagus atau tidak.

    Sulit pula bagi kamu untuk mengetahui misalnya noda yang ada di berlian itu. Maka dari itu sertifikat menjadi hal yang penting. Kamu jadi memahami tingkat kejernihan, berat berlian sampai potongan. Sertifikat menjadi jaminan bahwa berlian yang kamu beli benar-benar dari sumber yang terpercaya. Selain itu, hal ini pastinya menghindarkan kamu dari penipuan berlian yang pastinya akan merugikan.

  5. Cek Potongan Berlian

    Siapa sangka ternyata potongan berlian cukup memainkan peran penting dalam  menentukan kualitas sebuah berlian. Potongan berlian ternyata bisa menentukan bagaimana batu tersebut bisa memantulkan cahaya sehingga dapat menghasilkan sebuah tingkat kecemerlangan tertentu. Berlian yang sudah dipotong dengan tepat akan menghasilkan pantulan cahaya yang cemerlang.

    Meskipun warna atau kejernihannya tidak begitu bagus, tetapi potongan yang bagus akan membuatnya bagus. Sebaliknya percuma jika warna dan kejernihannya bagus jika potongannya buruk. Maka hal ini membuat banyak orang berhati-hati dalam melakukan pemotongan berlian. GIA sendiri juga menentukan standar untuk tingkat pemotongan berlian.

    Jika dilihat tingkat pemotongan bisa dilihat dari yang tertinggi sampai yang terendah. Mulai dari kelas Excellent sampai Poor. Hal tersebut dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Namun yang utama adalah bentuk dari berlian itu sendiri.

  6. Harus Yakin

    Tips membeli berlian untuk cincin yang terakhir adalah rasa keyakinan. Saat memilih kamu harus memantapkan hati dan memastikan bahwa berlian tersebut adalah yang kamu pilih. Jika tampak ragu maka sebaiknya jangan membeli. Ingat bahwa berlian ini akan menjadi barang berharga bahkan akan kamu pakai sehari-hari.

Baca juga:  Bolehkah Pria Memakai Cincin Kawin?

Itu dia tadi sederet tips memilih berlian untuk cincin. Sebelum membeli berlian memang ada banyak faktor yang harus kamu perhatikan. Mulai dari warna, kejernihan sampai bentuk potongnya. Jadi jangan sampai kamu salah memilih berlian ya! Agar memudahkan kamu dalam menentukan berlian untuk cincin favoritmu, kamu bisa berkonsultasi lebih lanjut dengan Jewellery Consultant dari V&Co Jewellery, klik di sini.

Foto: Your Diamond Teacher, Galeri 24

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on pinterest
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin