Cincin couple, atau yang sering disebut juga sebagai promise ring, bisa dianggap sebagai salah satu cara dalam menjaga hubungan. Selain sebagai bentuk keseriusan dan cinta di antara pasangan, juga untuk menunjukkan ke orang-orang bahwa kamu dan pasangan sudah serius terikat dan siap melangkah ke jenjang berikutnya.

Banyak orang yang mengatakan bahwa cincin couple diberikan sebelum proses pertunangan, hanya sebagai sebuah bukti akan adanya janji di antara kedua pasangan tanpa melibatkan keluarga. Akan tetapi, pemberian cincin juga bisa diberikan saat lamaran, melibatkan keluarga besar kedua pihak dan cincin couple sebagai cincin pertunangan. Jadi, mana yang benar?

Tentang Cincin Couple

Cincin couple berbeda dengan cincin pernikahan, karenanya couple memiliki kriteria, bentuk, warna, dan kegunaannya tersendiri. Pada umumnya, cincin diberikan saat hubunganmu dan pasangan telah memiliki rencana jangka panjang walau belum bertunangan. Entah itu karena masih ingin mengejar karir individu, atau pun belum mapan secara finansial. Karena itu, saat cincin diberikan, sebaiknya menjelaskan terlebih dahulu maksud dan tujuan kamu memberikan cincin couple tersebut. Sehingga, pasangan tidak salah menyangka bahwa itu cincin tunangan! Jelaskan pula rencana dan harapan kamu pada pasangan, komunikasikan pula hal-hal penting lainnya pada pasangan.

Karena berbeda dengan cincin pernikahan yang selalu dipakai pada jari pasangan, pemakaian cincin couple sendiri biasanya tergantung kesepakatan dan keinginan dari kamu dan pasangan. Ada yang memakainya setiap saat, tapi ada juga hanya saat berkencan atau berpergian bersama, yang terpenting adalah kesepakatan di antara pasangan itu sendiri. Kamu pun tidak harus mengenakannya di jari manis seperti layaknya cincin pertunangan, loh! Hal ini dilakukan, supaya orang lain tidak salah kira tentang makna penggunaan cincin yang dikenakan kamu dan pasangan. Bila kamu tidak menyukai ide ini, alternatif lainnya adalah menggunakan cincin couple sebagai liontin dari kalung. Lain halnya jika kamu berniat menjadikan cincin couple kamu sebagai cincin tunangan. Kalau begitu, kamu bisa menggunakannya sehari-hari di jari manis!

Cincin couple adalah sebuah tren yang baru ada belakangan ini dan kebanyakan pun yang menggunakan adalah anak-anak muda. Selain karena memiliki citra yang cute, cincin juga bukanlah sesuatu yang lazim untuk digunakan pasangan satu dekade lalu. Akan tetapi, bukan berarti kamu harus merasa out of place saat menggunakan cincin couple, ya! Sebab, cincin couple sendiri adalah nama belaka. Selama kamu tidak memberitahukannya pada orang lain mengenai cincin couple ini dan mengenakannya bukan di jari manis, semua orang biasanya berpikir kalau cincin yang kamu kenakan tidak lebih dari sebuah cincin fashion!

Mencari Cincin yang Pas

Sama seperti cincin lainnya, menemukan satu model cincin couple yang pas memang bukan perkara mudah, karena tidak hanya opini kamu yang dipertimbangkan, melainkan juga opini pasangan. Menyatukan dua pendapat yang berbeda memang sulit, tetapi coba pertimbangkan beberapa hal ini sebelum membeli cincin untuk kamu dan pasangan:

  • Budget

Hal yang terpenting saat memilih cincin couple adalah menyesuaikan dengan budget yang kamu miliki. Pertimbangan yang cukup klise, bukan? Tidak perlu memaksakan. Bahkan, kalau bisa, diskusikan terlebih dahulu dengan pasangan. Jika kamu dan pasangan sama sama menyisihkan uang untuk membelinya, cincin ini akan terasa lebih bernilai dan bermakna, karena kamu dan pasangan sama-sama berjuang untuk memilikinya.

Ingatlah selalu untuk mengingat bahwa cincin sendiri bukanlah kebutuhan pokok dalam hidup. Juga dalam pernikahan, cincin bukanlah hal yang wajib ada. Tidak seperti cincin nikah yang harus ada dalam sebuah pernikahan.

  • Bahan

Bahan yang kamu pilih akan menentukan warna dari cincin yang kamu punya. Suka dengan kilau emas kuning yang klasik? Belilah cincin dari emas kuning. Akan tetapi, bagaimana dengan kamu yang memiliki lini pekerjaan yang mengharuskan kamu untuk beraktivitas fisik dengan berat? Kalau begitu, kamu bisa mempertimbangkan cincin-cincin dari bahan lain, mulai dari emas yang kadarnya rendah, sampai ke bahan-bahan seperti titanium, palladium, perak, dan sebagainya.

Memang, tidak semua toko perhiasan menjual cincin dengan bahan-bahan di luar emas dan perak. Bahan seperti titanium yang tahan klorin dan air laut atau palladium yang tahan gores, begitu pula dengan perak yang diperbolehkan dikenakan pria dalam agama Islam, semuanya bisa jadi pertimbangan. Belum lagi, harga jual kembalinya juga bisa tidak setinggi cincin emas. Jadi, pertimbangkan dahulu sebelum membeli, jangan sampai malah menyalahkan toko perhiasan tempatmu membeli karena harga jualnya yang tidak sesuai ekspektasimu!

  • Kualitas

Kualitas yang dimaksud, tentunya adalah kadar dari emas ataupun bahan-bahan lain yang kamu gunakan untuk cincin couple. Begitu juga dengan batu-batu mulia yang akan kamu pilih untuk mata cincin. Tentunya, semakin tinggi kualitas, akan berpengaruh pada harga juga. Cincin dengan kadar emas nyaris 23 karat tentu berharga mahal, apalagi ditambah mata cincin berupa batu berlian ukuran besar. Akan tetapi, apakah itu tidak akan mengganggu hidupmu sehari-hari? Jangan jadikan cincin couple ini sebagai sesuatu yang berat dan terlalu dipikirkan!

Selama bisa menunjukkan bahwa kamu dan pasanganmu sudah mulai menuju ke tahap serius dan tidak mengganggu pekerjaan atau kehidupan sehari-hari, maka itu sudah cukup. Tidak perlu cari yang terlampau mahal, karena masih akan ada berbagai momen sebelum kamu pergi ke jenjang pernikahan yang akan membutuhkan dana dan waktu yang tidak kalah banyak.

Itu tadi merupakan gambaran umum mengenai cincin couple yang harus kamu ketahui, sebelum kamu dan pasangan memutuskan untuk membelinya. Cincin ini manis dengan caranya sendiri dan merupakan sebuah tren baru yang belum diaplikasikan oleh semua orang. Sehingga, sekarang kembali lagi ke kamu! Apakah kamu merasa kalau kamu dan pasangan membutuhkan sebuah cincin untuk menjustifikasi cinta atau sekadar ingin memiliki barang yang kembaran saja? Pikirkan baik-baik, ya, sebelum membeli!

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on pinterest
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin