Cincin merupakan simbol dalam pernikahan, simbol bahwa seseorang sudah menikah. Kamu bisa melihat seseorang yang sudah menikah jika menyematkan cincin di jari manis . Melihat hal itu, kamu pasti tahu betapa besar makna dari cincin pernikahan. Namun, masih banyak dari kamu yang bertanya-tanya, cincin nikah apakah harus sepasang?

Apakah Cincin Nikah Harus Sepasang?

Sebenarnya, cincin nikah itu berdasarkan dengan tradisi dan kepercayaan masing-masing. Jika tidak memerlukan cincin dalam prosesi pernikahan, pastinya cincin tersebut tidak dibutuhkan. Tapi secara umum, cincin nikah secara turun temurun sebagai lambang kesetiaan. Dengan kata lain tidak sempurna rasanya pernikahan tanpa adanya cincin.

Sebagai negara dengan mayoritas agama Islam, pastinya juga turut mempengaruhi adat dan tradisi. Tradisi pemakaian cincin dalam agama Islam sebenarnya masih diperdebatkan di kalangan ulama. Ada beberapa yang memperbolehkan dan sebagian juga melarangnya. Pemberian cincin sendiri harus dianggap sebagai mahar tetapi harus tetap memperhatikan larangan penggunaan emas. Maka dari itu, kamu dan pasangan bisa memilih bahan lainnya sebagai pengganti emas bila ingin tetap memakai cincin kawin.

Cincin nikah di zaman Romawi dengan kebiasaan untuk menyematkan cincin nikah sepasang. Di zaman ini kekaisaran Romawi begitu erat kaitannya dengan agama. Akhirnya, ritual tersebut masuk ke dalam gaya pernikahan dalam agama Kristen. Masyarakat mulai melakukan pertukaran cincin sebagai simbol kesetiaan.

Namun, cincin yang dipakai bukan berbahan logam seperti yang sekarang kita lihat tetapi sebuah lingkaran yang dibuat dari papyrus lalu, dikeringkan terlebih dahulu dan dikepang menjadi satu. Ini menjadi simbol pernyataan cinta dari kedua pasangan yang memutuskan untuk menikah.

Alasan Memakai Cincin Nikah

Sejak abad ke-9, Gereja Kristen memasukkan prosesi cincin kawin di dalam prosesi perkawinan mereka. Perkembangan tradisi semakin berkembang saat masuk ke abad 10 dan 11. Cincin nikah tidak hanya masuk ke dalam upacara perkawinan. Proses akhirnya disertai dengan pemberian berkat saat cincin tersebut dipasangkan ke jari pasangan.

Biasanya pasangan mempelai pria akan menyebutkan kalimat pemberkatan sambil memakaikan cincin ke jari manis mempelai wanita. Begitu pula sebaliknya. Cincin tersebut sebagai simbol pernikahan dua orang sudah mendapatkan berkat dari Tuhan. Tradisi pemberian cincin akhirnya masuk ke dalam kesatuan prosesi pernikahan dalam agama.

Hal serupa juga dibuat oleh gereja Ortodoks Timur.  Cincin kawin dianggap sebagai simbol ikatan di antara dua orang dalam sebuah upacara perkawinan bukan sebagai simbol berkat. Masuk ke abad ke-16, cincin kawin semakin menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam sebuah perkawinan.

Namun, bukan berarti semua gereja menerima penggunaan cincin dalam upacara perkawinan. Ada gereja yang memilih untuk tidak memakai cincin dalam prosesi pernikahan. Salah satunya adalah kaum Puritan pada abad ke-17. Mereka menghapuskan prosesi cincin nikah karena dianggap mengganggu sebuah kemurnian ibadah perkawinan.

Kaum Puritan pada masa tersebut memang punya tujuan untuk memurnikan kembali gereja yang ada di Inggris. Mereka menginginkan untuk menghilangkan segala sesuatu yang berhubungan dengan Romawi. Maka dari itu, mereka sebisa mungkin tidak mengikuti kebiasaan Romawi.

Karena kebiasaan ini sudah lama terjadi, maka tak heran jika penggunaan cincin semakin dikenal oleh dunia. Seluruh belahan dunia sudah menjadikan cincin sebagai hal yang tak terpisahkan dari pernikahan. Apalagi pemakaian cincin nikah di jari manis.

Menurut warga Romawi, jari manis memiliki hubungan langsung ke organ hati. Artinya ketika ada jari melingkar berarti menjadi tanda bahwa hati seseorang sudah terpenuhi dengan hati orang lain.

Cincin juga sebagai simbol keabadian. Cincin pernikahan melambangkan aliran cinta yang terus-menerus dan mewakili bentuk keabadian karena bentuknya yang bulat seperti roda kehidupan, kadang di atas dan kadang di bawah. Seperti pernikahan, tidak akan selamanya kehidupan pernikahan kamu akan mulus-mulus saja.

Rekomendasi Model Cincin Nikah Sepasang dari V&Co Jewellery

Cincin berbentuk bulat, tandanya cinta kamu tidak akan berakhir. Harapan ini akan membawa kamu pada kehidupan pernikahan yang tiada akhir. Artinya, jika kamu dan pasangan sudah memutuskan untuk menggunakannya, maka kamu dan pasangan sudah siap untuk menghabiskan sisa hidup di dunia bersama-sama.

Berikut ini adalah rekomendasi model cincin dari V&Co Jewellery untuk cinta kamu dan pasangan yang tidak akan pernah padam.

1. Koleksi Cincin Plain

Cincin Nikah Apakah Harus Sepasang?

Tampilan yang unik tanpa menghilangkan nilai keindahan dari cincin itu sendiri menjadikan cincin kawin V&Co Jewellery ini memiliki penggemarnya sendiri. Dilapisi dengan rodhium yang akan membuat cincin mengadopsi efek tahan korosi dari platinum.

Cincin kawin V&Co Jewellery ini menggunakan variasi bentuk glossy untuk memperkuat kilau cincin dan doff yang memberikan gradasi berpasir yang menarik. Tidak seperti model cincin pada umumnya, badan cincin kawin ini tidaklah lurus dan malah bergelombang. Ditambah dengan sentuhan kecil doff yang membingkai bagian berlian.

Pada model ini, cincin kawin pria memiliki berlian dengan karat 0,03 sedangkan cincin kawin wanita dengan berlian 0,02 karat. Berada pada grade F membuat berlian pada cincin ini dapat memantulkan cahaya dengan sangat baik.

2. Koleksi Cincin Simple

Model cincin kawin ini menggunakan variasi cincin yang glossy agar terlihat lebih berkilau dan doff untuk kontras yang berpasir dan sedikit kasar. Model ini merupakan perpaduan 2 bentuk badan atau lingkar cincin bulat dan lekuk menyerupai huruf V pada bagian tengahnya.

Berlian yang dipergunakan memiliki potongan round diamond dan karat sebesar 0,015 dan tidak berada di tengah-tengah badan lingkar, melainkan berada di sisi samping lingkar yang sekilas dilihat mirip dengan mahkota. Bagi kamu yang lebih menyukai cincin kawin yang ramping tapi tetap elegan, model cincin kawin ini bisa menjadi pilihan yang tepat.

3. Koleksi Cincin Exclusive

Dengan tampilan jumlah dan ukuran berlian berbeda antara cincin wanita dan pria, keduanya sama-sama memiliki band yang berlayer. Rupa cincin kawin ini seperti untaian-untaian tali yang diikat menjadi satu yang akan tampak begitu indah di jemari kamu.

Untuk cincin mempelai pria, hanya ada satu berlian 0,27 karat pada center-nya. Sedangkan untuk cincin wanitanya, ada satu buah berlian 0,26 karat pada center-nya dan 20 berlian 0,22 karat pada sisi-sisinya membentuk gelombang yang amat cantik.

4. Koleksi Cincin Unik

Demi menjawab kebutuhan para pecinta rajam tradisional, V&Co Jewellery juga menghadirkan berbagai desain cincin kawin batik yang unik namun tetap elegan untuk kamu dan pasang. Kualitas dari berlian yang digunakan V&Co Jewellery juga memiliki grade F dengan tingkatan Vvs menghasilkan berlian sempurna dengan kemampuan memantulkan cahaya yang baik.

Sudahkah menentukan pilihanmu? Dan untuk kamu yang masih bingung cincin nikah apakah harus sepasang atau tidak. Dilihat dari kekuatan simbol cincin kawin itu sendiri, ternyata cincin kawin bukan kebutuhan primer di dalam satu pernikahan. Cincin kawin hanya sebagai salah satu simbol sekunder yang boleh saja ditiadakan.

Namun karena sudah menjadi budaya, termasuk dalam pernikahan di Indonesia, banyak yang memasukkan cincin kawin sebagai simbol pernikahan yang harus ada di pernikahan. Semoga informasinya bermanfaat ya.

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on pinterest
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin